DetikNews
Senin 27 Maret 2017, 13:19 WIB

Pengakuan Ken, WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Jaksel

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pengakuan Ken, WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Jaksel Ken di Panti Sosial Kedoya (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - WN Inggris, Kenneth William Carl (59) atau yang akrab disapa Ken, telantar di Jakarta Selatan dan diselamatkan petugas Dinsos. Begini kisah perjalanan Ken.

Ken sebelumnya bekerja sebagai konsultasi keuangan. Dia berhenti bekerja karena masa pensiun serta kehabisan uang karena harus membiayai istrinya berobat.


"Ada peraturan di kantor, umur 55 tahun, Anda harus punya spesifikasi kerja yang baru. Itu susah untuk dapat pekerjaan," ujar Ken kepada detikcom di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat, Senin (27/3/2017).

Ken masih bisa memperpanjang masa kontraknya. Namun, saat istrinya di Solo terkena kanker tiga tahun lalu, perusahaan tidak menanggung biaya pengobatan.

"Saya ingin obati istri. Saya butuh uang banyak untuk obati istri. Karena perusahaan tidak mau bayar, saya habiskan uang saya. Saya tidak punya apa-apa lagi," ujar Ken.

Kisah Ken, WN Inggris yang Terlantar dan Menggelandang di CilandakFoto: Istimewa
Istrinya meninggal satu setengah tahun yang lalu setelah Ken menghabiskan biaya pengobatan sebesar Rp 2,5 miliar. Tak lama kemudian, Ken di-PHK dari tempat kerjanya.

Ken tak mempunyai uang lagi. Dia pun tidak mampu membayar kontrakan rumah di perumahan elite Town House Fatmawati.

Ken akhirnya telantar dalam satu tahun terakhir. Dia telantar di sekitar Cipete dan memilih beristirahat di musala.

Selama telantar, Ken hidup dari belas kasihan orang lain. Dia merasa berterima kasih kepada masyarakat yang memberinya uang dan makanan.

"Saya suka dengan orang Indonesia. Mereka baik hati. Memberi makan saya gratis. Ada pula yang memberikan uang. Dia membantu tanpa alasan," kata Ken.

Untuk sementara, Ken ditampung di PSBI Kedoya. Pihak PSBI Kedoya sedang melakukan komunikasi dengan pihak Kedutaan Inggris di Indonesia.

"Hari ini akan coba komunikasi. Kita berharap dia segera dipulangkan," ujar Kepala PSBI Kedoya Masyudi kepada detikcom.

Sebelumnya Ken diselamatkan oleh Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan di musala Jalan BDN 1 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/3/2017). Dia dilaporkan warga karena kerap tidur di musala.
(aik/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed