Dunia Sambut Paus Baru, Kubu Katolik Liberal Kecewa

Dunia Sambut Paus Baru, Kubu Katolik Liberal Kecewa

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 14:40 WIB
Jakarta - Para pemimpin dunia menyambut baik terpilihnya Joseph Ratzinger sebagai paus ke-265 dalam sejarah gereja Katolik Roma. Terlebih lagi pemimpin Jerman yang gembira atas terpilihnya kardinal asal Jerman itu untuk menjadi pemimpin tertinggi gereja Katolik."Bahwa seorang teman senegara telah menjadi Paus, ini memberikan kegembiraan khusus di Jerman dan juga sedikit kebanggaan," tukas Presiden Jerman Horst Koehler. Ratzinger merupakan Paus Jerman pertama dalam 1.000 tahun.Namun meski kebanyakan umat Katolik dunia menyambut dengan antusias, sebagian lainnya merasa kecewa atas terpilihnya Ratzinger yang kini memakai nama Paus Benediktus XVI. Khususnya kubu Katolik liberal, yang mengkhawatirkan minimnya reformasi di bawah paus baru pengganti mendiang Paus Yohanes Paulus II itu."Ratzinger bukanlah paus yang secara ideal kami sukai," cetus Joelle Battestini, salah seorang pengurus kelompok Ordinasi Perempuan Katolik di Australia, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/4/2005). Bahkan Bernd Goehring, pemimpin kelompok keagamaan Jerman, Kirche von Unten, menyebut terpilihnya Ratzinger sebagai bencana. "Kita tidak bisa mengharapkan reformasi dari dia dalam tahun-tahun mendatang," ujarnya. "Bahkan akan lebih banyak orang yang berpaling dari gereja (Katolik)," imbuhnya.Mereka yang kecewa umumnya adalah mereka yang berharap bahwa paus baru akan melonggarkan pandangan-pandangan gereja yang terlalu kaku mengenai isu-isu seperti perceraian, aborsi, dan homoseksualitas. Ratzinger dikenal sama konservatifnya seperti mendiang Paus Yohanes Paulus II. Pria berusia 78 tahun itu merupakan salah satu pembantu terdekat Sri Paus yang meninggal beberapa waktu lalu.Sebagian lainnya mengkhawatirkan masa lalu Ratzinger, yang di masa mudanya pernah tergabung dalam gerakan pemuda Nazi. Meski begitu banyak pula yang yakin bahwa Ratzinger akan menunjukkan kepemimpinan yang kuat, meskipun tidak akan mampu menyaingi karisma yang dimiliki mendiang Sri Paus. (ita/)


Berita Terkait