DetikNews
Senin 27 Maret 2017, 10:31 WIB

Pilgub DKI Putaran Kedua

Jubir Ahok: Pemahaman Anies soal Open Governance Masih Mentah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jubir Ahok: Pemahaman Anies soal Open Governance Masih Mentah Raja Juli Antoni (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Juru bicara pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni, menegaskan sampai hari ini Pemprov DKI sudah menerapkan prinsip pemerintahan terbuka (open governance). Dia menyebut pengetahuan lawan Ahok-Djarot, cagub DKI Anies Rasyid Baswedan, terlalu mentah.

"Pernyataannya soal open governance dan partisipasi warga, sekali lagi, menunjukkan pengetahuan Anies mengenai Jakarta terlalu mentah," kata Antoni kepada wartawan, Senin (27/3/2017).

Pernyataan Antoni itu disampaikan untuk menanggapi pernyataan Anies bahwa saat ini tata kelola pemerintahan di Jakarta sudah sebagian yang mengadopsi pola open government. Saat itu Anies mengungkapkan akan mendorong agar lebih terbuka dan membuka ruang kerja sama antara warga dan pemerintah daerah.

"Anies hanya asal bunyi (asbun) untuk membangun barisan asal bukan Ahok (asbak). Dia benar-benar tidak mengerti proses pembangunan di Jakarta selama lima tahun belakangan ini," ujar Antoni.

Baca juga : Anies Ingin Jakarta Optimal Terapkan Open Government

Dia kemudian menyarankan Anies melakukan riset di website Pemprov DKI di www.musrenbang.jakarta.go.id. Antoni menyebut website itu merupakan media bagi setiap warga untuk berpartisipasi mengusulkan ide-ide mengenai pembangunan di komunitas mereka sekaligus mengawal ide-ide tersebut.

"Mengenai open governance dan partisipasi warga, mestinya Anies membuat riset kecil-kecilan. Masuk ke website Pemprov DKI Jakarta https://musrenbang.jakarta.go.id/. Website ini adalah media di mana setiap warga dapat berpartisipasi aktif mengusulkan ide-ide brilian mereka mengenai pembangunan di komunitas mereka. Mereka dapat 'mengawal' ide-ide mereka tersebut," tutur dia.

Antoni menambahkan, hingga hari ini, pada halaman depan website tersebut tercatat ada 29.485 usulan program dari warga. Antoni menilai jumlah tersebut sebagai bukti nyata pemerintah membuka ruang partisipasi warga.

"Website itu juga menunjukkan secara terbuka berapa persen usulan warga yang sudah diterima, dikerjakan, ditolak, dan dalam proses. Semuanya terbuka sesuai dengan prinsip-prinsip open governance," ucap dia.

Antoni menyarankan Anies mengambil waktu sehari untuk cuti kampanye. Saat cuti itulah Anies menyempatkan diri melakukan riset di Smart City Lounge di kantor gubernur.

"Usul saya, Mas Anies ambil cuti sehari kampanye untuk buka-buka website Pemprov DKI. Sempatkan jalan ke Smart City Lounge di lantai 3 kantor gubernur. Temui anak-anak muda jago IT yang selama ini berjuang untuk Jakarta yang lebih baik melalui sistem open governance. Dengan begitu, Mas Anies mungkin nggak akan ngomong ngawaru lagi. Nggak asal bunyi (asbun). Nggak asbak (asal bukan Ahok)," ujar dia.

Sebelumnya, cagub DKI Anies Rasyid Baswedan menyatakan keinginannya membuat tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta mengadopsi pola open government (pemerintahan terbuka). Anies menjelaskan open government memberikan kesempatan kepada seluruh warga DKI terlibat dalam pemerintahan.

"Kita sekarang sudah masuk di era open government. Artinya, pemerintah membuka seluruh akses informasi, dasar mengambil keputusan, termasuk keputusannya kepada seluruh warga," ujar Anies dalam diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/3) lalu.
(ams/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed