Marak Kekerasan Remaja, Warga Yogya Gelar Ruwatan

Marak Kekerasan Remaja, Warga Yogya Gelar Ruwatan

Edzan Raharjo - detikNews
Minggu, 26 Mar 2017 18:04 WIB
Marak Kekerasan Remaja, Warga Yogya Gelar Ruwatan
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Kekerasan yang terjadi di kalangan remaja dan pelajar Yogyakarta sudah memprihatinkan. Masyarakat Yogyakarta menggelar ruwatan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi tersebut.

Masyarakat Yogyakarta biasa menyebut aksi kekerasan di jalanan dengan istilah klitih. Klitih di kota pelajar ini dinilai sudah meresahkan warga masyarakat.

Ratusan warga menggelar 'ruwatan' di Tugu Yogyakarta, Minggu (26/3/2017). Diawali dengan tembang pangkur dan tarian Jatimulya oleh dua gadis cantik, ruwatan di tengah ramainya lalu-lalang kendaraan ini berlangsung khidmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah sepeda onthel yang menjadi simbol kelembutan kemudian dibasuh dengan air kendi.

"Klitih sudah sangat meresahkan, orang tidak merasa bersalah untuk menyakiti orang lain, bahkan sampai menyebabkan meninggal. Usia pelaku juga masih tergolong anak-anak," kata pembuka ritual ruwat, Hari Cahya.

Ruwatan ini juga sebagai aksi warga Jogja melawan Klitih. Selain itu juga sebagai bentuk solidaritas bagi para korban yang masih anak-anak.
Marak Kekerasan Remaja, Warga Yogya Gelar RuwatanFoto: Edzan Raharjo/detikcom

Usai melakukan ruwatan di Tugu Yogyakarta, warga kemudian mengayuh sepeda onthel menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Aksi mengayuh sepeda ini sebagai bentuk untuk membendung budaya instan seperti maraknya penggunaan sepeda motor dikalangan pelajar dan remaja.

Aksi mengayuh sepeda juga untuk mengajak penggunaan sepeda onthel bagi pelajar atau anak masih dibawa umur. (ega/ega)


Berita Terkait