Luhut: Pemerintah Sudah Serius Tangani Sampah Plastik

ADVERTISEMENT

Luhut: Pemerintah Sudah Serius Tangani Sampah Plastik

Dewi Irmasari - detikNews
Jumat, 24 Mar 2017 13:17 WIB
ilustrasi sampah plastik (Foto: Hasan Alhabshy-detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan saat ini pemerintah sedang menyoroti masalah sampah plastik. Luhut mengatakan, saat ini pemerintah sudah serius menangani permasalahan sampah plastik karena berdampak serius pada lingkungan.

"Dan masalah lingkungan ini pemerintah sudah serius," ujar Luhut dalam sambutannya di gedung BPPT, Jalan MH Thamrin nomor 8, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Menurut Luhut, permasalahan sampah plastik adalah salah satu hal yang sangat penting. Ia mengatakan, Indonesia adalah negara kedua terjorok setelah Tiongkok.

"Sampah plastik ini menurut hemat saya sangat penting. Saya berkali-kali katakan, kalau kita tidak tangani ya akan jadi masalah. Karena masalah sampah plastik itu kita kedua terjorok setelah China," ucap Luhut.

Luhut menjelaskan, 80% sampah yang ada di laut berasal dari daratan. Ia menuturkan ada dampak yang ditimbulkan akibat permasalahan sampah plastik ini bila bertebaran di laut. Beberapa yang ia contohkan ialah akibat yang timbul di bidang pariwisata dan kesehatan.

"Jadi ini kita buat supaya dampak plastik ini banyak kepada turis kita juga bermasalah, kalau kemarin pantai Kuta itu penuh sampah, orang kan marah," tutur Luhut.

"Jadi saya bukan nakut-nakuti, kita semua saling mengingatkan. Maaf sekali lagi. Ibu-ibu atau perempuan yang mengandung, itu (sampah plastik) juga punya efek keturunan secara genetik, bisa jadi kanker atau macam-macam," tambah Luhut.

Luhut mengimbau agar sampah di darat dapat dimanfaatkan dengan baik. Sampah plastik juga bisa menghasilkan hal yang bermanfaat. Hal itu ternyata sudah dilakukan Indonesia dan bekerja sama dengan beberapa negara.

"Jadi kita bekerja sama dengan pemerintah Swedia, Denmark, dan beberapa negara lain. Jadi bisa bikin listrik, bisa bikin macam-macam turunannya itu. Jadi tidak sia-sia," terang Luhut. (irm/rvk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT