ADVERTISEMENT

Jokowi Janji Bagikan Lahan 590 Ribu Hektare ke Masyarakat Adat

Iswahyudy - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 14:19 WIB
Foto: Masyarakat adat temui Jokowi di Istana (Lakam-detikcom)
Jakarta - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) diundang Presiden Jokowi ke Istana. Dalam pertemuan itu, Jokowi menjanjikan pembagian lahan yang merupakan hutan sosial.

"Sekarang hutan sosial juga yang masih dalam proses ada 590 ribu hektare. Secepatnyalah, saya sudah perintah kok kementerian, segera. Semakin cepat dibagikan semakin baik," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).


Jokowi juga memerintahkan kepada para kepala daerah untuk membuat peraturan yang mengakui keberadaan masyarakat adat. Sehingga proses pembagian lahan bisa lebih cepat.

"Saya tahu itu adalah hak-hak bagi masyarakat adat, dan kalau kita berikan sebetulnya misalnya kayak berkaitan dengan hutan, kalau diberikan ke masyarakat adat, itu lebih lestari," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, masyarakat adat lebih perhatian dengan kelestarian hutan. Sehingga mereka tidak akan mengeksploitasi hutan secara berlebihan.

"(Hutan) lebih terjaga, lebih terpelihara, saya melihat sendiri kok. Di lapangan saya melihat sendiri," kata Jokowi.

Jokowi juga berjanji akan mendorong DPR untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Masyarakat Adat yang sudah masuk Prolegnas 2017. Regulasi tersebut merupakan usulan DPR, namun pemerintah tetap memberikan dukungan.

Jokowi Janji Bagikan 590 Ribu Hektare Lahan ke Masyarakat AdatFoto: Masyarakat adat temui Jokowi di Istana (Lakam-detikcom)


Surat Presiden (Supres) terkait RUU ini akan segera ditandatanganinya untuk mempercepat pembahasan. Menurut Jokowi, dengan adanya payung hukum maka segala kendala administratif terkait pembagian lahan bisa diatasi.

"Itu juga menyangkut kebutuhan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terutama yang berkaitan dengan lahan, berkaitan dengan tanah, jadi payung hukumnya kalau itu selesai, kita juga lebih cepat," pungkas Jokowi. (bag/rvk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT