E-mail Ketua BPK Anwar Nasution tentang Khairiansyah
Selasa, 19 Apr 2005 16:20 WIB
Jakarta - Di mailing list (milis) stan milik mahasiswa dan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), nama Khairiansyah Salman amatlah populer belakangan ini. Keluarga besar STAN bangga padanya dan membela habis-habisan dari kecaman atasannya sendiri, Anwar Nasution.Nah, salah satu anggota milis itu memostingkan pesannya ke milis dengan men-cc ke alamat email Ketua BPK Anwar Nasution. Di luar dugaan, Anwar membalas e-mail bernada kritik padanya itu. Anwar menegaskan perlunya penegakan. "Inti pokok permasalahan adalah disiplin organisasi dan prosedur audit," tandas profesor asal UI itu.E-mail Anwar itu kemudian jatuh ke redaksi detikcom. Apakah e-mail itu memang benar dibalas sendiri oleh Anwar, detikcom belum mendapat konfirmasi dari Anwar. Namun e-mail itu bersumber dari kepala@bpk.go.id dengan tutur bahasa a la Anwar.Berikut petikan salah satu e-mail yang mengatasnamakan Anwar Nasution sesuai aslinya:Rasa solider anda kepada teman baik sekali tapi dudukkanlah pada porsinya agar anda menjadi tenaga professional yang bermoral sekelas dunia. Untuk anda ketahui, sayalah orangnya yang memerintahkan untuk melakukan audit investigasi pada KPU.Perintah itu saya berikan karena tidak puas dengan isi laporan awal pemeriksaan yang disajikan kepada saya bulan Desember 2004 y.l. Dengan demikian jangan bicara seenaknya mengatakan saya tidak setuju untuk memberantas korupsi!Inti pokok permasalahan adalah disiplin organisasi dan prosedur audit. Auditor BPK mendapatkan informasi karena penugasan dari organisasi ini. Ia bukan rakyat biasa. Sebagai pimpinan di BPK saya punya kewajiban untuk menegakkan displin pada siapa pun juga. Mengikuti Hadis Nabi Muhammad SAW, tegakkan hukum dan disiplin itu bagaimana pun pahitnya, walaupun kepada anak sendiri yang disayangi.Perang Badar banyak menelan korban pasukan Muslim, karena sekelompok anggota pasukan melanggar perintah Nabi untuk tidak meninggalkan bukit. Tergoda oleh ghanimah mereka meninggalkan tempat sehingga mudah diserang oleh pasukan lawan. Saya tidak mau BPK seperti itu.Saudara sebagai akuntan tentunya lebih tahu daripada saya bagaimana prosedur melakukan audit dan kewajiban untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan denganauditee.Sekali lagi, penangkapan koruptor hanya dapat dilakukan oleh aparat penegakhukum dan bukan oleh saya, baik sebagai Deputi Senior Gubernur BI maupun Ketua BPK. Seperti halnya dengan masyarakat luas, saya pun kecewa bahwa berbagai laporan BPK seperti BLBI belum ditindaklanjuti.Seperti hanya dengan masyarakat, saya pun berharap dan berdoa agar petinggi KPK memprioritaskan BLBI itu dan melacak kenapa orang-orang yang diseret kepengadilan semua bebas murni. Ini yang perlu anda dorong-dorong.Salam,Anwar Nasution
(nrl/)











































