Terbaru, Polda Metro Jaya membongkar praktik pornografi anak di bawah umur jaringan internasional. Jaringan ini melakukan kejahatan pornografi anak secara online melalui akun grup Facebook Official Loly Candy's Group 18+.
Grup Loly Candy's menyimpan 600 konten foto dan video porno dengan objek anak di bawah umur. Grup tersebut terakhir memiliki 7.497 member dan terkoneksi dengan 11 grup lagi yang pedofil internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Loly Candy's, kasus predator anak yang telah diproses hukum di antaranya kasus pencabulan dan pembunuhan mayat dalam kardus di Kalideres.Agus Dermawan atau yang dikenal dengan Agus Boel Tacos telah divonis mati.
Ada juga OMA, predator anak yang berkedok sebagai pelatih sepak bola di Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya ada kasus Emon yang menculik dua siswa SMA dan Anwar yang tega memperkosa dan membunuh keponakannya yang kini telah divonis seumur hidup.
Mengenai hukuman bagi predator anak, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar berjanji para pelaku akan dihukum berat dan mengacu
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang kini menjadi Undang-Undang. Pelaku pedofil bisa terancam hukuman 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal hingga Rp 5 miliar.
Berikut kisah aksi predator anak:
Loly Candy's, Predator Anak Via Medsos
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
Grup Facebook tersebut menyajikan foto-foto anak di bawah umur yang berkonten pornografi. Grup tersebut terakhir memiliki 7.497 member.
Dalam kasus ini, polisi menangkap empat orang pelaku, terdiri dari tiga orang laki-laki, dan satu orang perempuan. Keempat pelaku merupakan admin grup facebook Official Loly Candy's 18+. Dua pelaku di antaranya, Wawan dan T-Day, juga melakukan kekerasan seksual terhadap bocah di bawah umur yang kemudian foto dan videonya diunggah ke grup tersebut.
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan pemberkasan terhadap dua tersangka SHDW alias Siha Dwiti (16) dan DF alias T-Day (17) sudah dikirim ke Kejaksaan. Sementara dua tersangka dewasa, M Bachrul Ulum alias Wawan alias Sborlax (25) dan Dede Sobur alias Illu Inay alias Alicexandria (27) masih terus dilakukan pemberkasan. Polisi juga mengindentifikasi korban dan member terkait kasus pornografi anak 'Loly Candy's'.
Vonis Mati untuk Boel Tacos
|
Foto: Istimewa
|
"Menyatakan terdakwa melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, menghukum terdakwa dengan hukuman mati," putus ketua majelis hakim, Dr Hengki, di PN Jakbar, Jl S Parman, Rabu (21/2.2016).
Hengki mengatakan, perbuatan Agus sangat keji terlebih korban yang dibunuh oleh Agus adalah seorang anak. Perbuatan Agus juga meninggalkan duka mendalam kepada orang tua korban.
"Yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan meninggalnya korban. Akibat perbuatan terdakwa, orang tua kehilangan putrinya," ucapnya.
Majelis hakim juga berkeyakinan unsur pembunuhan berencana juga terpenuhi. Menurutnya, ada persiapan yang dilakukan Agus sebelum membunuh korbannya.
"Terdakwa juga sudah menyiapkan kardus sebelum membunuh korban," ujarnya.
Agus menghabisi korban dan mayat bocah perempuan itu ditemukan di dalam kardus di Jl Sahabat, Kalideres, Jakarta Barat pada 2 Oktober 2015. Selain 1 orang bocah perempuan, Agus juga diduga mencabuli anak-anak di sekitar tempat tinggalnya di Kalideres. Agus juga membentuk sebuah geng bernama Boel Tacos bersama anak-anak yang sering dicabulinya.
Predator Anak Berkedok Pelatih Bola
|
Foto: Pelaku pencabulan (Ist)
|
"Pelaku membuat klub sepakbola khusus anak-anak. Ketika tidak dilayani, pelaku mengancam mengeluarkan korban dari klub sepakbola itu. Akan kami selidiki sampai tuntas. Ada kemungkinan juga korban bertambah," kata Kapolres Karawang, Andi Herindra, di Karawang, Rabu (8/4/2017).
Warga kampung Munjul tidak menduga jika OMA adalah seorang predator seks. "Selain melatih sepakbola, dia juga sering mengajak anak ke masjid. Baik untuk shalawatan atau pengajian setelah magrib," ungkap Nandang, seorang warga.
Namun di balik sifatnya yang supel dengan anak kecil, sisi gelap OMA akhirnya terungkap. Saat itu seorang anak kecil berinisial K mengeluh kesakitan di bagian organ intimnya. "Melihat gejala yang tak normal, orangtuanya mendesak anak itu untuk bercerita. Akhirnya anak itu mengaku telah dicabuli pelaku," kata Nandang.
Oki mengaku melakukan aksi bejat itu karena sakit hati ditinggal kekasihnya. Kepala satuan reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, OMA terancam dikenai pasal 81 juncto 82 undang - undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun.
Si Emon Perayu Cewek ABG
|
Foto: Mukhlis Dinillah
|
Emon menjanjikan akan mengenalkan L dengan pengusaha kaya raya. L dan T termakan bujuk rayu Emon dan nekat meninggalkan rumah pada 3 September 2016. Mereka dibawa ke Jakarta. Namun, Emon melepaskan L dan membawa kabur T.
Setelah 18 hari pencarian atau tepatnya tanggal 21 September 2016, korban T akhirnya ditemukan di Sumedang, Jawa Barat. T diantarkan pulang ke rumahnya di kawasan Gununghalu, Bandung Barat oleh seorang sopir taksi yang dititipi T oleh Emon.
Menurut keterangan sopir, Emon menyetopnya di depan sebuah hotel di Sumedang. Emon mengaku sebagai kakak T dan meminta sopir untuk mengantarkan T ke Gununghalu, Bandung Barat. "Kemungkinan pelaku sudah terdesak, sehingga kemudian melepaskan korban T di Sumedang," kata Hendy, Rabu (21/9/2016) lalu.
Berdasarkan keterangan sopir itu pula, Emon diketahui telah merubah penampilan. Penampilan terbarunya saat itu berkepala plontos.
Jejak Emon terus ditelusuri polisi. Emon akhirnya ditemukan tewas tertabrak motor di Cibinong, Kabupaten Bogor. Karena Emon telah tiada, Polres Cimahi pun akhirnya menghentikan kasus penculikan tersebut. Namun, hingga akhir hayat, identitas asli Emon tidak diketahui.
"Identitas aslinya belum diketahui. Saat ini jenazah masih ada di rumah sakit di Bogor dan belum ada pihak yang mengaku keluarga yang menjemputnya," ujar Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam, Minggu (13/11/2016).
Anwar, Pemerkosa Keponakan Divonis Seumur Hidup
|
Foto: istimewa
|
Anwarmengaku membunuh korban lantaran merasa takut diadukan perbuatannya oleh korban ke keluarganya.
Sepak terjang Anwar sempat membuat geger. Anwar kabur ketika pengunjung Rutan Salemba membeludak pada Kamis, 7 Juli 2016 lalu. Riasan lipstik dan kerudung digunakan untuk mengelabui petugas rutan.
Dalam pelariannya, Anwar sempat melamar kerja di restoran. Namun ditolak karena tahu dirinya buronan. Anwar juga berencana kabur ke Kalimantan. Meski licin bagai belut, Anwar akhirnya ditangkap polisi kediaman kakaknya bernama Andri di Kp Barengkok, Desa Batok, Jasinga.
Anwar dipindahkan ke sel isoloasi di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, demi alasan keamanan.
Halaman 2 dari 6











































