DetikNews
Rabu 15 Maret 2017, 11:15 WIB

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap Hama

Nograhany Widhi Koesmawardhani, Hary Lukita Wardani - detikNews
Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap Hama Orangutan mencari makan di hutan yang sudah habis berganti jadi kebun sawit.Kalau sudah begini orangutan dianggap sebagai hama (Foto: Dokumentasi COP)
Jakarta - Beberapa kali terjadi orangutan dianiaya bahkan dibunuh. Mengapa hal ini bisa terjadi?

"Dunia haus minyak kelapa sawit. Dulu Malaysia yang nomor 1, sekarang Indonesia jadi produsen minyak kelapa sawit nomor 1 dunia, artinya big opportunity, big profit. Hutan dibabati dulu, kenapa? Karena tanah-tanah yang ada sudah diklaim masyarakat setempat," tutur pendiri Centre for Orangutan Protection (COP) Hardi Baktiantoro saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: Hardi Baktiantoro, pendiri COP (Foto: Dokumentasi COP)


Hardi menambahkan, banyak perkebunan sawit membuka kawasan hutan karena tanahnya sangat subur dan mineralnya lebih tinggi. Hutan yang dibuka untuk diubah jadi industri perkebunan, lazimnya dibersihkan dengan benar memakai alat-alat berat. Sayangnya, banyak yang mengambil jalan pintas dengan cara: membakar.

"Prosesnya kan land clearing, pembersihan lahan, memakai alat berat. Namun cara pembakaran dipakai karena lebih murah dan lebih cepat. Akibatnya terjadi profit, greed dan genocide. Pemusnahan hutan hujan dan orangutan," tuturnya geram.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: Orangutan dianggap sebagai hama di hutan yang sudah berubah jadi perkebunan industri (Foto: Dokumentasi COP)


Bila hutan dibersihkan dengan cara dibakar, lanjutnya, yang selamat adalah jenis-jenis burung. Sedangkan hewan di darat, musnah semua.

"Hutan kan terdiri dari bermacam pohon dan satwa liar. Bila hutan hilang, satwa liar juga hilang. Nah, yang selamat dianggap jadi hama," katanya.

"Akhirnya apa, seperti orangutan, mereka kelaparan karena pohonnya, sumber makanan mereka habis, kemudian berkeliaran di kebun kelapa sawit karena sudah tidak ada hutan lagi. Maka mereka makan tunas kelapa sawit yang kecil-kecil itu, dan dianggap sebagai hama," jelas Hardi sambil menunjukkan video dan foto anak orangutan yang 'nyasar' di perkebunan kelapa sawit.

Di satu sisi, perusahaan perkebunan yang membuka hutan itu sudah mendapatkan untung dari Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) hutan yang ditebang.

"Dari membuka hutan saja berapa keuntungan yang diperoleh. Izin Pemanfaatan Kayu. Keuntungan dari kayu bisa dibuat membangun jembatan, atau dijual, kan lumayan hasilnya bisa menambah modal," paparnya.

Sementara CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Dr Jamartin Sihite mengatakan masalah utama pembunuhan orangutan bukan sawit, namun konversi lahan menjadi perkebunan, termasuk sawit. Lantas karena hutan hilang, sumber makanan orangutan juga hilang hingga akhirnya 'nyasar' ke perkebunan dan dianggap hama.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: CEO BOSF Dr Jamartin Sihite (Foto: Hary Lukita Wardani/detikcom)


"Artinya konversi lahan kita penggunaan lahan untuk kegiatan lain, itu tinggi sekali. Kalau di satu tempat itu udah dikasih tau kalau orangutan itu hama kepada karyawannya, lalu di lahan itu ada orangutan, apa yang akan dilakukan? Pasti dibunuhi," tutur Jamartin saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: Orangutan dianggap sebagai hama di hutan yang sudah berubah jadi perkebunan industri (Foto: Dokumentasi COP)


"Karena pemberitahuan kepada karyawannya bukan sebagai orangutan adalah satwa langka yang dilindungi di negara kita, tapi yang dijelaskan bahwa orangutan itu adalah hama. (Perkebunan) sawit tuh jangan bilang orangutan hama lah," jelasnya gemas.

Konversi lahan meningkatkan konflik orangutan dan manusia juga dibenarkan Direktur Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Djati Witjaksono Hadi.

"Semakin banyak konversi hutan tentunya akan semakin banyak ancaman terhadap itu, itu pasti hubungannya korelasinya seperti itu," tutur Djati saat berbincang dengan detikcom.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: Orangutan dianggap sebagai hama di hutan yang sudah berubah jadi perkebunan industri (Foto: Dokumentasi COP)


Sementara Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) San Afri Awang mengatakan konversi hutan ke lahan sawit bisa jadi salah satu penyebab konflik orangutan dan manusia.

"Bisa jadi. Biasanya orangutan yang tertangkap sudah keluar dari habitat dia, jadi dia masuk ke kebun. Dulu itu habitat dia. Itu satu," jawab Awang saat ditanya maraknya konsesi perkebunan sawit yang menimbulkan konflik orangutan dan manusia saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

"Bisa jadi habitat dia sudah tertekan, nggak dapat makanan lagi di situ, dia keluar. Nah ketika sudah mau keluar, dia tersesat. Mau balik nggak bisa. Itu problem-problemnya," imbuhnya.

Hutan Jadi Industri Perkebunan, Orangutan pun Dianggap HamaFoto: Orangutan dianggap sebagai hama di hutan yang sudah berubah jadi perkebunan industri (Foto: Dokumentasi COP)


Konflik orangutan dengan manusia berada di perkebunan kelapa sawit dan hutan yang selama ini terletak berdampingan.

"Cuma kan orangutan nggak tahu mana yang hutan mana yang bukan.." jelas dia.
(nwk/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed