Bukan Cuma Dimaki, Bripka Yudik Pernah Diperas Pelanggar Lalin

Bukan Cuma Dimaki, Bripka Yudik Pernah Diperas Pelanggar Lalin

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 18:43 WIB
Bukan Cuma Dimaki, Bripka Yudik Pernah Diperas Pelanggar Lalin
Brigadir Tegar Birowo Panggah dan Bripka Yudik Purnawan (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo - Menghadapi pengendara yang marah-marah saat ditilang tidak hanya sekali dialami oleh Bripka Yudik Purnawan. Dia adalah polisi yang sabar menghadapi pengendara sepeda motor tak berhelm yang memaki-maki dirinya.

Selama 10 tahun menjadi polisi lalu lintas, Bripka Yudik mengaku sering menemui kejadian serupa di lapangan. Namun kejadian-kejadian tersebut tidak pernah terekspos.

Beberapa kali ia harus berurusan dengan warga yang tidak terima ditilang polisi. Padahal jelas-jelas mereka melanggar aturan. Beberapa di antaranya menggunakan profesinya sebagai pelindung dari sanksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pernah ada orang tidak memakai helm, kita tilang. Dia marah dan menuding polisi tidak sesuai prosedur. Bahkan sampai memeras saya itu, padahal jelas dia salah," ujar Yudik, Selasa (14/3/2017).

Peristiwa terakhir yang ia hadapi ialah pengendara sepeda motor tak berhelm yang memaki polisi saat bertugas di bundaran Patung Pandawa, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, 8 Maret 2017. Brigpol Tegar Birowo Panggah, yang juga bertugas, merekam kejadian itu. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.

Baca Juga: Ini Tegar dan Yudik, Polisi yang Sabar Saat Dimaki Pria Tak Berhelm

Ia mengaku sengaja merekamnya sebagai laporan kepada atasannya. "Saya lihat situasi nggak kondusif. Saya inisiatif merekam untuk jaga-jaga kalau dia memutarbalikkan fakta," kata Tegar.

Tegar, yang usianya lebih muda ketimbang Yudik, mengaku sempat emosional dengan kata-kata kasar ER. "Tapi kita pakai seragam. Kita sadar harus mengedepankan 3S: Senyum, Sapa, Salam. Apalagi Pak Yudik, senior saya, juga mengingatkan agar kalem," ujar Tegar.

Dalam video tersebut, Tegar bahkan sering membalas cacian ER dengan guyonan. Hal tersebut, menurut Tegar, agar ER bisa lebih tenang.

Setelah tiga kali mondar-mandir menuntun sepeda motornya untuk meminta kunci, akhirnya ER mau diajak bicara baik-baik. ER kemudian menunjukkan surat keterangan bahwa dia pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. "Akhirnya kita berikan kuncinya," tuturnya. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads