"Memang ada fatsun (sopan santun) partai yang mengedepankan etika untuk tidak mendahului keputusan partai secara terang-terangan terlebih dahulu. Kecuali memang sudah siap dengan segala risiko dan konsekuensinya jika pilihannya tersebut ternyata berbeda. Kalau sama atau sinkron sih 'beruntung' alias tidak jadi masalah," ujar Roy melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (13/3/2017).
Baca Juga: Dukung Ahok, Politikus Demokrat: Kami Dibebaskan untuk Memilih
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana diketahui bersama, sampai saat ini secara resmi PD memang belum mengarahkan dukungan ke salah satu paslon tertentu, bahkan beberapa waktu lalu saya menyampaikan kemungkinan besar PD justru akan bersikap nonblok alias netral meski tetap harus memilih, tidak boleh golput," tegas Roy.
Namun Roy menilai apa yang dilakukan Ajeng merupakan sikap pribadi, bukan mewakili partai. Roy juga menyinggung dukungan Ketua Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) Alex Asmasoebrata kepada Anies-Sandi merupakan sikap pribadi.
Baca Juga: Dapat Dukungan KNMI, Anies: Mari Kita Rapikan Barisan
"Jadi, kalau sekarang ini ada beberapa yang mendeklarasikan dukungannya, misalnya Pak Alex Asmasoebrata dan kawan-kawan ke paslon nomor 3 dan Bu Ajeng Ratna Suminar ke paslon nomor 2, itu adalah sikap pribadi masing-masing yang bersangkutan dan tidak masalah, karena sebagai bagian dari hak demokrasi yang dijunjung tinggi oleh PD. Apalagi jika nantinya benar-benar PD akan memilih sikap nonblok, maka sah-sah saja dukungan ke paslon mana pun," pungkas Roy. (dkp/imk)











































