"Apakah Golkar konsisten calonkan Jokowi di 2019. Apakah konsisten, kita Partai Golkar harus selalu konsisten, karena kita akan diuji berbagai masalah," ujar Novanto di Redtop Hotel, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017).
Keputusan menjagokan Jokowi sudah tercetus saat Rapimnas 2016. Alasannya, Golkar menganggap pemerintahan Jokowi-JK sesuai dengan aspirasi rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novanto juga membanggakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang berprestasi di pemerintahan Jokowi-JK. Calon duta besar (cadubes) dari Golkar, Tantowi Yahya, juga disinggung Novanto di hadapan kader Golkar.
"Saat mendukung pemerintah dan mendukung Jokowi-JK, kita dapatkan satu menteri, Airlangga Hartarto, dan memiliki prestasi yang baik. Sekarang Dubes kita, Tantowi Yahya, yang bulan depan berangkat jadi dubes kita," jelas Novanto.
Novanto mengajak seluruh kader tetap konsisten mendukung pasangan calon yang diusung Golkar. Menurutnya, kemenangan dalam pemilu merupakan indikator keberhasilan partai.
"Dalam konsolidasi juga rekonsiliasi, ini menggambarkan suatu tekad kita bekerja untuk pemenangan partai. Menang pemilu adalah ukuran absah bagi partai, menang pemilu indikator paling valid untuk ukur keberhasilan parpol," pungkas Novanto. (dkp/nkn)










































