Jalan Ini Rusak Parah, Belum Ada Perhatian dari Pemkot Depok

Jalan Ini Rusak Parah, Belum Ada Perhatian dari Pemkot Depok

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 14:59 WIB
Jalan Ini Rusak Parah, Belum Ada Perhatian dari Pemkot Depok
Foto: Mei Amelia/detikcom
Depok - Hujan deras yang mengguyur Kota Depok selama beberapa pekan terakhir menyebabkan beberapa ruas jalan di Kota Depok rusak dan berlubang. Salah satunya di Jalan Indosentral, Dongkal, Kecamatan Tapos, Depok. Saat hujan, air menggenangi dan seperti kolam.

Pantauan detikcom, Selasa (7/3/2017), sebagian besar aspal jalan terkelupas dan membuat jalan bergelombang. Jalan tersebut biasa digunakan warga untuk menuju Tol Cijago yang berada di sisi Jl Raya Gas Alam.

Panjang jalan yang rusak kurang lebih sekitar 500 meter. Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun dan belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Depok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut warga sekitar, rusaknya jalan tak hanya disebabkan faktor cuaca, tetapi juga aktivitas truk yang hilir mudik di jalan yang sempat dikenal warga sebagai kandang ayam. Hal itu dikarenakan tak jauh dari jalan itu terdapat bekas pertenakan ayam, jalan sudah sempat ditambal, namun pengecoran jalan hanya sampai di dekat pemukiman warga.

Kondisi serupa, juga ditemui di Jalan Raya Gas Alam, ada di sejumlah titik di sepanjang itu. Beberapa diantaranya di perempatan Karet, jalan ini termasuk sibuk karena merupakan jalur alternatif ke Cibubur, Jakarta Timur dan ke Ciherang, Depok.

detikcom pernah mengonfirmasi soal jalan rusak ini kepada Wali Kota Depok Idris Abdul Somad, seusai menghadiri sosialisasi aplikasi 'Halo Polisi' di Mapolresta Depok. jl Margonda Raya, Kota Depok pada Minggu 19 Februari 2017 lalu.

Idris menjelaskan, perbaikan jalan rusak di Jl Indosentral itu sempat terhambat lantaran ada sengketa antara pemilik lahan 'kandang ayam' dengan pihak developer. "Itu memang secara hukum itu sudah selesai permasalahannya, kontraknya sudah habis. Kami akan melihat kembali, setelah ini selesai kami akan bersihkan. Nah bebersih ini sebenernya lebih kewajiban swasta atau pemiliknya ini," kata Idris.

Saat ini, Pemkot Depok masih menunggu langkah dari pengembang, karena sengketa lahan antara kedua pihak itu sudah selesai. Meski demikian, jalan itu seharusnya dikelola oleh Pemkot Depok.

"Memang ini wilayah privat, waktu itu ada persengketaan antara pemilik lahan dan pengusaha dan itu sudah selesai permasalahannya, izin operasionalnya juga sudah habis. Pada waktu itu belum habis, sekarang sudah habis. Nanti kita intervensi kalau memangnya pemilik ini bisa membersihkan diri itu lebih bagus," terang Idris.

Idris menambahkan, pihaknya akan meminta pengembang untuk merapikan jalan tersebut. "Kita akan dorong untuk bisa membersihkan. Kalau memang tidak, ya akan intervensi," lanjut Idris.

"Sebab membersihkan ini ketika kita mengerahkan orang lain (pengusaha), kita harus punya anggaran kalau pemerintah. Nah anggarannya ini ada enggak kalau pemerintah," tandas Idris. (mei/adf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads