Salah satu lokasi yang ia pantau adalah di Desa dan Kecamatan Gondang. Di situ, Yuni sekaligus ingin menemui Sadiyo Cipto Wiyono, pemulung yang menyisihkan penghasilannya untuk menambal jalan. Namun ternyata Mbah Sadiyo sedang tidak ada di rumah.
Siang harinya, Mbah Sadiyo diundang ke Kantor Bupati Sragen, Jl Sukowati Sragen. Mengenakan kemeja batik cokelat dan peci hitam, Sadiyo menemui Yuni. "Tadi dijemput Pak Camat sama Pak Lurah. Sampai di sini langsung minta maaf, dikira mau saya marahi," kata Yuni saat dihubungi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam lima tahun terakhir, Mbah Sadiyo menyisihkan sebagian penghasilan yang tak seberapa untuk menambal jalan berlubang. Kakek 7 cucu yang berprofesi sebagai pemulung itu mengaku tak dibayar siapapun dan berniat ibadah. Dia mengaku lupa berapa banyak jalan yang sudah ditambalnya. (try/try)











































