Poin pertama terkait dengan pengembangan Islam moderat di Indonesia dan Arab Saudi. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi menjelaskan Indonesia dan Arab Saudi sepakat mengembangkan Islam moderat dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
"Indonesia dan Arab Saudi memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan Islam wasathiyah (moderat), Islam yang menjunjung tinggi nilai tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan). Islam yang bersumber dari Alquran dan as-sunah. Bukan Islam yang ekstrem (tatharruf), baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri," ujar Zainut dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (3/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda menyaksikan video khas 20detik
Hal selanjutnya yang menjadi catatan penting dari kunjungan Raja Salman adalah komitmen melawan radikalisme dan terorisme. Zainut mengatakan paham radikalisme dan terorisme muncul dari beberapa faktor.
"Radikalisme atau terorisme bisa oleh faktor ekonomi, ketidakadilan, dan perlakuan yang diskriminatif penguasa terhadap kelompok masyarakat tertentu. Untuk hal tersebut, komitmen Raja Salman memerangi paham radikalisme dan terorisme patut diapresiasi," jelasnya.
Selain soal pengembangan Islam moderat dan melawan terorisme, MUI mencatat kedatangan Raja Salman ke Indonesia untuk meningkatkan kerja sama antarnegara.
"Dan lebih dari itu, kerja sama bilateral antara Arab Saudi dengan Indonesia akan menentukan stabilitas keamanan di kedua kawasan," kata Zainut. (nkn/erd)










































