Aneka bunga hingga gebyok Jawa menghiasi gedung Nusantara DPR menjelang kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Raja Salman akan disambut dengan dekorasi tradisional Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuansa tradisional di gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom) |
Hiasan gebyok dipajang dekat tempat Raja Salman menandatangani buku tamu. Dalam tradisi Jawa, gebyok melambangkan kemakmuran.
"Yang kedua, mereka suka ukir-ukiran, kita punya gebyok, itu di Jawa melambangkan kemakmuran. Kalau raja ke Jakarta, mereka bisa lihat tradisi yang beda kalau ke Bali. Lalu Kita ambil mawar, bahwa raja sukanya mawar putih," jelas Ratih.
Nuansa tradisional di gedung DPR (Andhika Prasetia/detikcom) |
Ada 20 jenis bunga yang menghiasi gedung Nusantara DPR. Mayoritas bunga-bunga tersebut diambil di wilayah Jakarta.
"Kembangnya 20 macam, bunga lili, hortensia, mawar merah, mawar putih. Bunga diambil sekitar Jakarta di Rawa Belong, kecuali sedap malam, kami ambil di Surabaya," jelas Ratih.
Nuansa tradisional di gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom) |
Saat ini para petugas masih merampungkan dekorasi untuk menyambut kedatangan Raja Salman. Pimpinan DPR, seperti Setya Novanto, Taufik Kurniawan, dan Fadli Zon, telah mengecek dekorasi tersebut. (dkp/imk)












































Nuansa tradisional di gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Nuansa tradisional di gedung DPR (Andhika Prasetia/detikcom)
Nuansa tradisional di gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)