Cerita Keluarga Korban Crane, Dua Tahun Menanti Janji Raja Saudi

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 12:50 WIB
Hj. Zaenab, ibu FFerry yang jadi korban robohnya Crane. (Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Sudah dua tahun, tragedi robohnya crane menimpa jemaah haji, tepatnya pada tahun 2015 lalu. Ada 11 korban tewas asal Indonesia, salah satunya Ferry Mauliddin, jemaah asal Bekasi.

Keluarga yang ditinggalkan masih mengingat betul keceriaan dari almarhum Ferry. Ibunda Ferry, Hj Zaenab (75) pun sudah mengikhlaskan kepergian sang anak di tanah suci.

"Ikhlas, kami ikhlas mau menuntut ya menuntut siapa kami ikhlas. Insyallah mudah-mudahan sampai waktunya kami ini, dia bisa menyambut kami di sana dan bisa membawa kami masuk ke surganya Allah SWT," tutur Zaenab saat ditemui detikcom di rumahnya, Jl Kahuripan, Blok E3/40 No 15 RT 07 RW 06, Jakasampurna, Bekasi, Selasa (28/2/2017).

Cerita Keluarga Korban Crane, Dua Tahun Menanti Janji Raja SaudiFerrry, korban meninggal jatuhnya Crane. (Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom)


Zaenab tak kuat menahan air mata ketika mengingat kenangan bersama almarhum Ferry. Hal yang paling diingatnya saat almarhum pulang ke rumah.

"Kalau dia pulang cuti dari Freeport, di rumah dia suka larang saya untuk kerja. Katanya biar dia saja, dari belanja sampai masak. Bahkan setelah kejadian itu terjadi yang masih saya ingat itu saat dia memasak di dapur," tangis Zaenab mengenang anaknya.

Dirinya hanya berharap kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia akan memberi kejelasan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kepingin kejelasan saja, kepastian kalau ada ya Alhamdulilah, kalau tidak ya kami iklhas lillahitaala. Semuanya Tuhan yang mentakdirkan, dia juga meninggal di tempat yang paling suci di masjidil haram di hadapan pintu Kakbah," cerita Zaenab.

Sebagaimana diketahui, setelah kejadian crane rubuh itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berjanji akan memberikan santunan kepada korban. Pemerintah pun diminta membahas soal santunan ini saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia.

"Itu terbuka, tentu Bapak Presiden, ya, kita lihat nanti kondisinya seperti apa, karena ini waktunya sangat padat," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (27/2).

Dua tahun sudah keluarga korban crane menanti janji Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.



(adf/erd)