"Kalau untuk penanganan tidak ada pengamanan khusus, kita tetap menggunakan kegiatan pola pengamanan yang sama seperti di minggu lalu. Cuma pola pengamanan kembali pada ke awal dengan perkuatan lebih besar di depan," ujar Iwan di gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).
Sedangkan soal personel, Iwan mengatakan tidak ada penambahan. Hanya personel di titik-titik yang tidak terlalu rawan akan dipindahkan ke depan gedung. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Khususnya setelah ada ajakan melalui media sosial untuk mengikuti sidang Ahok hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat di media sosial ada ajakan untuk mengikuti sidang di dalam ruang sidang maupun yang akan unjuk rasa di depan gedung Kementan. Oleh sebab itu, polanya kami ubah di mana titik-titik yang lebih rawan kita tambah perkuatannya," tambahnya.
Untuk jumlah massa, baik pro maupun kontra, yang masuk ke ruang sidang, Iwan telah melakukan koordinasi. Hanya 30 orang dari masing-masing kubu.
"Ya betul jadi ada keinginan untuk masuk ruang sidang tapi saya sudah koordinasi dengan masing-masing pihak, bahwa kita menyepakati berapa banyak peserta yang akan masuk ke ruang sidang. Kesepakatan kita masing-masing pihak itu ada kurang-lebih 30 orang saja yang boleh masuk dan mereka sudah menyetujui," ujarnya. (lkw/nkn)










































