"Setahu kami, semua pejabat dan aparat hukum Malaysia mengatakan secara resmi kepada kami bahwa penyidikan belum selesai. Kalau mereka tiba-tiba menyampaikan pernyataan itu, kami juga bingung," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu M Iqbal melalui pesan singkat, Kamis (23/2/2017).
Menurut Lalu, Kepolisian Malaysia seharusnya lebih fokus terhadap penyidikan kasus daripada menyampaikan informasi yang masih bersifat spekulatif. "Sebaiknya (pernyataan itu) ditanyakan kepada pihak pemerintah Malaysia. Mereka (Polisi Diraja Malaysia) harusnya fokus ke penyidikan dan tidak perlu menyampaikan informasi-informasi yang hanya akan memperluas spekulasi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers di markas Polisi Diraja Malaysia, Jalan Bukit Aman, Tasik Perdana, 50480, Kuala Lumpur, Rabu (22/2), Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar menyebut kedua tersangka wanita, yaitu seorang wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong (28) dan seorang wanita Indonesia bernama Siti Aisyah (25), sadar akan perbuatannya. Pernyataan Khalid itu menjawab dugaan bahwa keduanya hanya ditipu mengikuti acara lucu-lucuan semacam 'Just for Laughs' seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa waktu lalu.
"Iya, tentu mereka menyadarinya," jawab Khalid saat menjawab pertanyaan wartawan.
Khalid juga menyebut dua tersangka wanita itu menyerang Jong-Nam dengan tangan kosong yang dilumuri cairan beracun. Disebutkan Khalid, kedua tersangka wanita dilatih untuk mengusapkan racun ke wajah korban. Pada hari kejadian, sebut Khalid, Aisyah yang pertama kali mengusapkan cairan beracun ke wajah Jong-Nam, kemudian dilanjutkan oleh Doan. (gla/dhn)











































