"Menurut sumber di lokasi, baru pukul 21.00 WIB nanti tertangani seluruhnya, dengan catatan tidak terjadi hujan susulan," ujar Kepala Subbagian Humas dan Bina Lingkungan PT JLJ, Wijaya, kepada detikcom, Selasa (21/2/2017).
Ia mengatakan saat ini air di lokasi sudah mulai surut. Namun petugas dari Divisi Pemeliharaan PT JLJ masih melakukan penyedotan air (water pump) untuk mengurangi debit air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penyebab banjirnya tunnel itu, Wijaya mengungkapkan beberapa faktor. Salah satunya curah hujan yang tinggi pada Senin (21/2) pagi, yang mengakibatkan meluapnya air di Kali Cakung.
"Itu di sisi atasnya itu kan ada Kali Cakung, lebarnya cuma 5 meter, sehingga mungkin karena hujan tinggi, air kali meluap dan membanjiri ramp 8 simpang susun Cikunir, yang posisinya lebih rendah," terang dia.
Banjir serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun 2014. Namun saat itu langsung tertangani.
"Kita di situ sebenarnya sudah ada pompa penyedot air yang stasioner, karena 2014 juga pernah terjadi, tetapi langsung tertangani dan saat itu ketinggian air hanya mencapai 40 cm," kata Wijaya.
Kartika terjebak banjir di kolong Tol Cikunir (Foto: Kartika Dewi dan Tian Bahtiar/warga Bekasi) |
Seorang pengendara mobil bernama Kartika Dewi (24) terjebak dalam banjir di ramp 8 simpang susun Cikunir 4 mengarah ke Pondok Indah. Kartika sempat panik saat berupaya meloloskan diri dari banjir tersebut. Pihak JLJ telah meminta maaf atas kejadian ini. (mei/elz)












































Kartika terjebak banjir di kolong Tol Cikunir (Foto: Kartika Dewi dan Tian Bahtiar/warga Bekasi)