DetikNews
Jumat 17 Februari 2017, 19:40 WIB

Keponakan Siti Aisyah: Teteh Harus Cepat Pulang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Keponakan Siti Aisyah: Teteh Harus Cepat Pulang Ibunda Siti Aisyah, Benah, saat ditemui di kediamannya di Serang, Jumat (17/2). (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang - Keluarga berharap Siti Aisyah segera dibebaskan kepolisian Malaysia untuk kembali ke Indonesia. Keluarga yakin Aisyah tidak terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

"Harapannya Teteh bisa cepat pulang. Kata Wakil Presiden, (Aisyah) kan korban," kata keponakan Aisyah, Iqbal, saat ditemui detikcom di Kampung Ranca Sumur, Serang, Banten, Jumat (17/2/2017).

Baca juga: Keponakan Sebut Aisyah Ikut Reality Show Isengi Orang di Malaysia

Setelah ditangkap kepolisian Malaysia pada Kamis (16/2) sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Aisyah menelepon ibunya, Benah (50). Aisyah meminta keluarga tak khawatir meski Aisyah harus menjalani penahanan selama 7 hari untuk pemeriksaan.

"Pokoknya dia suruh doain saja. Pokoknya Emak jangan khawatir," sambungnya.

Baca juga: Aisyah Telepon Ibunda: Eneng Ditangkap, Emak Jangan Khawatir

 Ibunda Siti Aisyah, Benah saat ditemui di kediamannya di Serang, Jumat (17/2/2017) Ibunda Siti Aisyah, Benah, saat ditemui di kediamannya di Serang, Jumat (17/2). (Bahtiar Rifai/detikcom)


Menurut Iqbal, Aisyah memang beberapa kali bekerja di program reality show untuk mengisengi orang. Syuting program televisi yang tak diketahui Iqbal itu pernah dilakukan di Indonesia selain Malaysia.

"Ngerjain (orang) tapi nggak boleh dilihat (hasil syuting). Kata produsernya ngapain kamu lihat, kalau kamu lihat, entar sia-sia. Di Jakarta pun pernah syuting waktu itu, dia pun nggak boleh lihat. Nggak ada dia di TV Indonesia," sambung Iqbal.



Baca juga: Kapolri: Aisyah Sudah 4 Kali Ikuti Acara Semacam 'Just For Laughs'

Soal kasus ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Aisyah ditipu seolah mengikuti acara lucu-lucuan seperti 'Just for Laughs'. Aisyah sudah empat kali melakukan aksi itu sebelum melakukannya terhadap Kim Jong-Nam.

"Jadi (dalam aksinya) yang satu perempuan nutup mata (target), yang satunya lagi menyemprotkan sesuatu. Itu dilakukan sudah hampir tiga-empat kali," kata Tito kepada wartawan di kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (17/2).

Keterangan itu diperoleh berdasarkan informasi yang diterima Polri dari pihak Malaysia. Untuk melakukan aksi itu, lanjut Tito, Aisyah diberi upah beberapa dolar.

"Terakhir Kim Jong-Nam, diduga disemprotannya itu ada bahan berbahaya," ujarnya.
(fdn/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed