DetikNews
Jumat 17 Februari 2017, 16:18 WIB

Mantan Anggota DPR Karolin Margret Menang Telak di Pilkada Landak

Niken Purnamasari - detikNews
Mantan Anggota DPR Karolin Margret Menang Telak di Pilkada Landak Foto: Dok. Timses Karolin-Herculanus
Jakarta - Nama Karolin Margret Natasa sempat mencuat pada 2014 karena meraih suara tertinggi se-Indonesia dalam pemilihan legislatif (pileg). Kini Karolin maju sebagai calon tunggal di Pilkada Kabupaten Landak 2017 dan menang telak.

Karolin, yang berpasangan dengan Herculanus Heriadi, adalah calon tunggal yang diusung delapan partai di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Sesuai dengan aturan, Karolin-Herculanus 'bertarung' melawan kotak kosong. Warga Landak memilih setuju atau tidak setuju Karolin-Herculanus sebagai pemimpin mereka.

Dari hasil real count KPU, Jumat (17/2/2017) pukul 16.00 WIB, Karolin-Herculanus berhasil meraup 226.378 suara (96,62 persen). Perolehan tersebut melawan kotak kosong, yakni 7.910 suara (3,38 persen).

Baca Juga: Mereka yang Berjaya Melawan Kotak Kosong

Sebelum maju di Pilkada Landak, kader PDIP ini maju di pemilu legislatif 2014. Tak hanya mengamankan satu kursi di Senayan, dia juga meraup suara tertinggi se-Indonesia pada pileg 2014.

Saat itu, Karolin meraih 397.481 suara. Dia mengalahkan jumlah perolehan suara putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dan putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.

Tak hanya populer karena meraih suara tertinggi pada pileg, Karolin menjadi bahan perbincangan lantaran beredarnya video porno yang pelakunya mirip dengannya di publik. Karolin, yang kala itu merupakan anggota Komisi IX, sudah membantah sebagai pelaku dalam video itu meski Badan Kehormatan cukup lama memprosesnya.

"Saya nggak tahulah, saya kan sudah menjelaskan. Saya sudah dipanggil dan memberi keterangan, saya tidak tahu-menahu dengan kasus itu," ujar Karolin pada 2014.

Soal hal ini, tim Pemenangan Karolin-Herculanus, Odi Krisno, menegaskan bahwa isu video itu sama sekali tak berdasar. Odi mengatakan, Majelis Kehormatan DPR, yang kala itu bernama Badan Kehormatan (BK) DPR, sudah menyatakan perempuan dalam video yang pernah beredar bukanlah Karolin.

"Sudah ada keputusan dari Badan Kehormatan DPR saat itu bahwa pemeran perempuan dalam video yang beredar bukanlah Bu Karolin," ujar Odi kepada wartawan, Jumat (17/2/2017).
(nkn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed