"Baru ini simulasinya. Karena ada permintaan dari tim Anies-Sandi ke KPUD DKI Jakarta. Tim lain belum ada (permintaan)," kata Komisioner KPUD Jakarta Timur Ario Sanjaya di GOR Ciracas, Jl Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2017).
Ario mengimbau para saksi untuk datang tepat waktu di TPS masing-masing. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan pencoblosan dapat berjalan sesuai jadwal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPU Jaktim beri bimbingan teknis ke saksi / Foto: Galang Aji Putro/detikcom |
Simulasi dimulai dari tahap penyumpahan terhadap anggota KPPS dan para saksi oleh Ketua KPPS, pemeriksaan kotak suara, dan tahap lain hingga pencoblosan. Ario juga memberi arahan bagi para saksi untuk memperhatikan jalannya pencoblosan, termasuk jika ada pemilih disabilitas.
"Untuk pemilih disabilitas, boleh didampingi, entah keluarga atau anggota KPPS. Bagi yang tidak punya keluarga, nanti disediakan formulir bagi pedamping. Untuk tunanetra nanti disediakan template, kalau minta pendamping, nanti dikomunikasikan," ucap Ario.
"Maaf, jika ada pemilih yang diduga terganggu jiwanya, harus ada surat keterangan dari dokter. Untuk semuanya, pastikan ujung jari masih bersih sebelum masuk bilik suara," lanjutnya.
Dia pun menekankan, pemilih dengan surat keterangan (suket) dan e-KTP diberi waktu pencoblosan setelah jam 12.00 WIB. Dia menginginkan adanya ketelitian dari para saksi untuk mencegah adanya kecurangan.
"Mohon diperhatikan betul, ini untuk mencegah adanya kecurangan. Saksi juga harus perhatikan, pemilih tidak boleh bawa kamera atau handphone saat masuk bilik suara, harus dititipkan ke petugas," ujar Ario. (imk/erd)












































KPU Jaktim beri bimbingan teknis ke saksi / Foto: Galang Aji Putro/detikcom