Polda Metro dan Kodam Jaya Gelar Apel Pengamanan Pilkada

Dinamika Pilgub DKI

Polda Metro dan Kodam Jaya Gelar Apel Pengamanan Pilkada

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 08:39 WIB
Polda Metro dan Kodam Jaya Gelar Apel Pengamanan Pilkada
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Jakarta - Polri dan TNI menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara dalam Pilkada Serentak 2017. Apel yang digelar di Monas ini dihadiri 3500 personel TNI, Polri dan Satpol PP.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono bertindak sebagai inspektur apel kali ini.

Pantauan detikcom di Halaman Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017) apel dimulai pukul 08.00 WIB. Apel berlangsung di bawah guyuran hujan. Namun, para peserta tetap terlihat serius mengikuti jalannya apel ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Ibu Kota diajak berbondong-bondong datang ke TPS pada 15 Februari mendatang.Warga Ibu Kota diajak berbondong-bondong datang ke TPS pada 15 Februari mendatang. Foto: Haris Fadhil/detikcom


"Keseluruhan persiapan Pilkada serentak sudah 99 persen. Saya mengajak seluruh warga Ibu Kota untuk berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara sesuai tempatnya terdaftar," kata Sumarsono dari atas mimbar.

Sumarsono menekankan agar warga tidak khawatir dengan keamanan saat penyelenggara Pilkada DKI Jakarta. "Warga Jakarta tidak perlu khawatir. Pengamanan sudah siap, pihak penyelenggara pemilihan kepala daerah juga sudah siap menyukseskan Pilkada tanggal 15 Februari 2017," ujar Sumarsono.

Sementara itu M Iriawan, mengingatkan Jakarta adalah barometer dari Indonesia. Dia berharap pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nantinya berjalan aman. "Jakarta sebagai ibukota negara adalah barometer dari Indonesia. Saya berharap pilkada di Jakarta nanti bisa berlangsung aman," ujarnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana menegaskan TNI dan Polri akan bersinergi dalam menjaga keamanan DKI Jakarta. TNI juga katanya siap membantu Polri berapa pun jumlah pasukan yang diminta untuk membantu. (HSF/aan)


Berita Terkait