Survei elektabilitas publik ini dilaksanakan pada 21 hingga 27 Januari 2017. Dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (10/2/2017) jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 800 responden, dengan perincian 100 responden di Kabupaten Serang, 90 responden di Kabupaten Pandeglang, dan 210 responden di Kabupaten Tangerang.
Kemudian 30 responden di Kota Cilegon, sebanyak 50 responden dari Kota Serang, 90 responden dari Kabupaten Lebak, 120 responden dari Kota Tangerang, dan 100 responden dari Kota Tangerang Selatan. Pada survei ini, LSP menentukan margin of error sebesar 3,6% dengan tingkat kepercayaan 95%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti LSP Indonesia, Syaf Zulkarnain, menuturkan peserta pilkada Banten hanya dua paslon, yakni petahana melawan penantang. Bagi pemilih yang tak puas dengan kepemimpinan petahana, pilihannya tak banyak: memilih penantang atau golput.
"Wahidin diuntungkan karena banyak responden ragu dengan kemampuan Rano memimpin Banten ke depan, belum lagi pendampingnya yang dianggap tidak memiliki pengalaman di pemerintahan," ujar Syaf Zulkarnain.
Dari survei tersebut masih ada sisa suara 28,40% yang menyatakan rahasia, tidak tahu, atau tidak menjawab. Selisih kemenangan WH-Andika atas seterunya sebesar 7,40 persen.
Merespon hal tersebut, juru bicara timses WH-Andika, Jazuli Abdillah, meminta setiap anggota tim berjuang meningkatkan elektabilitas. Jazuli meminta tim, relawan, maupun simpatisan ikut mengawal proses pemungutan suara pada 15 Februari nanti.
"Di survei internal kami, juga kita menang. Karena itu, semua pendukung WH-Andika wajib mengawasi, jangan sampai terjadi kecurangan. Terus turun dan jaga TPS masing-masing dan raihlah simpati pemilih sebanyak mungkin," pungkas Jazuli. (azf/rvk)











































