Bersitegang dengan Jepang, Cina Minta Rakyatnya Tenang
Kamis, 14 Apr 2005 18:05 WIB
Jakarta - Ketegangan antara Cina dan Jepang kian memuncak. Terlebih setelah pemerintah Jepang mengizinkan eksplorasi gas di wilayah laut yang dipersengketakan kedua negara besar Asia itu.Beijing mengecam keras keputusan Tokyo itu. Namun pemerintah negeri Tirai Bambu itu kini berusaha meredakan ketegangan. Beijing mengimbau rakyatnya untuk menghindari sikap ekstrim dalam menghadapi Jepang. Demikian seperti dilansir Associated Press, Kamis (14/4/2005)."Cina berusaha menenangkan rakyat dan meminta mereka untuk menghindari aktivitas ekstrim," demikian menurut kantor berita resmi Cina, Xinhua mengutip statemen seorang diplomat Cina dalam pertemuan dengan perwakilan Jepang dan Korea Selatan.Komentar melunak ini disampaikan setelah keputusan Jepang untuk menyetujui pengeboran gas di Laut Cina Timur. Keputusan itu disebut pemerintah Cina sebagai provokasi. Bahkan Beijing mencetuskan bahwa pihaknya bisa saja mengambil langkah-langkah pembalasan.Cina dan Jepang bersitegang sejak aksi protes anti-Jepang digelar di Beijing beberapa hari lalu. Dalam demonstrasi besar-besaran itu, massa melempari gedung kedutaan Jepang dengan batu dan botol-botol. Kemarahan massa dipicu oleh upaya Jepang untuk mendapatkan keanggotaan tetap dalam Dewan Keamanan PBB. Publik Cina juga memprotes Tokyo karena menyetujui penerbitan sebuah buku sejarah. Buku tersebut menuai protes karena dianggap telah mengabaikan kekejaman tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II.
(ita/)










































