Pecandu Narkoba di Indonesia Capai 3,2 Juta Orang

Pecandu Narkoba di Indonesia Capai 3,2 Juta Orang

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2005 17:37 WIB
Pekanbaru - Bandara dan pelabuhan di Indonesia selama ini dinilai sangat tinggi akan kerawanan penyelundupan narkoba. Jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, sudah lama menjadi salah satu pangsa narkoba terbesar di dunia.Diperkirakan jumlah pengguna narkoba di Tanah Air mencapai 3,2 juta orang.Hal itu dikatakan Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Sutanto kepada wartawan seusai acara pelantikan pengurus Badan Narkotika Provinsi Riau di Hotel Sahid Jl Sudirman Pekanbaru, Kamis (14/4/2005).Menurut Sutanto, tingginya pengguna narkoba di Indonesia berbanding sama dengan tingkat kematian akibat narkoba yang mencapai 1,5 persen per tahun. Data tahun tahun 2004, tercatat 15 ribu pencandu narkoba mati dengan perkiraan biaya ekonomi dan sosial penyalahgunaan narkoba sebesar Rp 23,6 triliun. "Biaya yang terbesar adalah untuk membeli narkoba sebesar Rp 11,3 triliun," katanya.Menyadari akan ancaman narkoba baik dari segi ekonomi dan gangguan fisik, kata Sutanto, Indonesia turut aktif dalam Program Bebas Narkoba 2015 yang juga berlaku di tingkat ASEAN. Untuk itu, dilakukan upaya bertahap melalui program utama yaitu bidang pencegahan, penegakan hukum, penelitian pengembangan dan informatika, serta terapi dan rehabilitasi.Menurut salah satu calon Kapolri ini, kemudahan pengurusan visa kunjungan dengan fasilitas visa on arrival (VOA) selain mendongkrak peningkatan wisatawan asing ke Indonesia, juga turut mempermudah aktivitas penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang."Karena itu di setiap bandara dan pelabuhan internasional diharapkan segera dilengkapi dengan peralatan pendeteksi narkoba tercanggih guna mencegah maraknya aksi penyelundupan," katanya.Dan bermula dari kenyataan bahwa di Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru berlaku VOA bagi 21 negara, maka bandara tersebut juga harus tersedia alat pendeteksi narkoba yang canggih. Sejumlah bandara yang telah mengantisipasi dengan alat pendeteksi itu misalnya Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Polonia Medan, dan Bandara Juanda Surabaya.Bandara-bandara skala kecil seperti di Pekanbaru ini belum ditemukan alat serupa. "Meski bandara ini hanya menerima penerbangan luar negeri dari Malaysia dan Singapura, tidak tertutup kemungkinan menjadi salah satu pintu penyelundupan narkoba," demikian Sutanto. (nrl/)


Berita Terkait