Poster tersebut ada di wilayah Karangtengah, Demak, dan diletakkan tidak jauh dari lokasi-lokasi lubang di jalan. Pengendara sepeda motor dan mobil ada yang menyempatkan melirik dan membaca spanduk itu.
Jalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tidak ada muatan lain, ini sindiran kepada penguasa yang mungkin lupa. Cuma tiga (poster) itu saja," kata Susilo kepada detikcom, Selasa (7/2/2017).
Ia mengatakan pemasangan poster sindiran itu sebagai bentuk kritik karena, sebagai pengguna jalan, ia merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat lubang di jalan. Susilo tahu jalan itu merupakan jalan nasional dan wewenang pemerintah pusat, tapi ia tetap berusaha melapor langsung ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo via SMS.
Jalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
"Ya, kita pakai sindiran yang tidak menyakitkan. Kita pakai kata-kata yang enak. Ada yang mendukung juga orang-orang," ujarnya.
Dari pantauan detikcom, beberapa lubang memang berbahaya karena lebar dan dalam. Namun beberapa sudah mulai ditandai dengan cat putih, menandakan akan segera diperbaiki. Pekerja perbaikan jalan juga terlihat bekerja menambal dengan aspal.
"Ya, harapan saya seperti itu, kemudian ditambal atau diperbaiki," ujarnya. (alg/dhn)












































Jalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)