Cara Unik Warga Demak Protes Jalan Pantura yang Berlubang

Cara Unik Warga Demak Protes Jalan Pantura yang Berlubang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 07 Feb 2017 21:24 WIB
Cara Unik Warga Demak Protes Jalan Pantura yang Berlubang
Salah satu poster yang terpasang (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Demak - Lubang jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa banyak tersebar di ruas Demak-Semarang dan diprotes warga. Uniknya, protes tersebut dituangkan dalam poster dengan kata-kata lucu di pinggir jalan.

Poster tersebut ada di wilayah Karangtengah, Demak, dan diletakkan tidak jauh dari lokasi-lokasi lubang di jalan. Pengendara sepeda motor dan mobil ada yang menyempatkan melirik dan membaca spanduk itu.

Cara Unik Warga Demak Protes Jalan Pantura yang BerlubangJalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulisannya antara lain 'Selamat datang di jalur nasional pantura Demak. Anda memasuki wilayah jebakan batman' lalu ada pula 'Pak sopir, siap digoyang'. Poster-poster itu ternyata dipasang oleh seorang warga bernama Heri Susilo Utomo (64) pada hari Kamis (2/2) lalu. Susilo mengatakan aksinya tersebut sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah atau pihak yang mengelola jalan Pantura.

"Ini tidak ada muatan lain, ini sindiran kepada penguasa yang mungkin lupa. Cuma tiga (poster) itu saja," kata Susilo kepada detikcom, Selasa (7/2/2017).

Ia mengatakan pemasangan poster sindiran itu sebagai bentuk kritik karena, sebagai pengguna jalan, ia merasa terganggu dan terancam keselamatannya akibat lubang di jalan. Susilo tahu jalan itu merupakan jalan nasional dan wewenang pemerintah pusat, tapi ia tetap berusaha melapor langsung ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo via SMS.

Cara Unik Warga Demak Protes Jalan Pantura yang BerlubangJalan rusak (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)


"Ya, kita pakai sindiran yang tidak menyakitkan. Kita pakai kata-kata yang enak. Ada yang mendukung juga orang-orang," ujarnya.

Dari pantauan detikcom, beberapa lubang memang berbahaya karena lebar dan dalam. Namun beberapa sudah mulai ditandai dengan cat putih, menandakan akan segera diperbaiki. Pekerja perbaikan jalan juga terlihat bekerja menambal dengan aspal.

"Ya, harapan saya seperti itu, kemudian ditambal atau diperbaiki," ujarnya. (alg/dhn)


Berita Terkait