2 Pelaku Curanmor Ditembak Polisi Saat Transaksi

2 Pelaku Curanmor Ditembak Polisi Saat Transaksi

Galang Aji Putro - detikNews
Rabu, 01 Feb 2017 17:59 WIB
2 Pelaku Curanmor Ditembak Polisi Saat Transaksi
Kapolsek Kemayoran (Galang/detikcom)
Jakarta - Polisi melumpuhkan dua pria spesialis curanmor Farel (38) dan Eros Saputra (28). Keduanya tewas ditembak aparat setelah melakukan perlawanan saat akan disergap.

Kejadian bermula saat unit Reskrim Polsek Kemayoran menerima informasi adanya transaksi kendaraan hasil curanmor pada Selasa (31/1) pukul 01.00 WIB. Transaksi itu akan dilakukan di sekitar Jl Howitzer, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kami menerima informasi. Lalu langsung terjunkan empat anggota Reskrim dan Kapospol Bendungan Jago, yaitu Aiptu Juna Asmara, Aiptu Dasuki, Bripka Muklas Prasetyo, Bripka M Fatoni, dan Brigadir Nurdiyanto. Kami berikan arahan soal penyelidikan. Dipimpin Kanit Reskrim AKP Agus Ahmad Kurnia," ujar Kapolsek Metro Kemayoran Kompol M Rosid dalam jumpa pers di Polsek Metro Kemayoran, Jl Landasan Pacu Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

M Rosid mengatakan, dalam pengintaian itu, salah satu anggota timnya melihat transaksi kendaraan hasil curanmor yang dilakukan oleh lima orang pria. Tiga orang di antaranya berboncengan menggunakan satu motor dan dua orang menghampiri ketiganya, masing-masing mengendarai satu motor.

"Transaksinya tidak memakan waktu lama. Tim Kanit Reskrim melihat dua orang itu menyerahkan salah satu motornya kepada tiga orang yang sudah menunggu. Lalu tiga orang itu pergi ke arah Jl Letjen Suprapto mengendarai dua motor. Sedangkan dua pria menuju Sumur Batu, Kemayoran. Dua tim masing-masing mengikuti para pelaku," imbuhnya.

M Rosid mengutarakan, dua tim yang diterjunkan kemudian melakukan konsolidasi dan memutuskan mengejar dua pria yang menuju Sumur Batu. M Rosid melanjutkan, pada Selasa (31/1) pagi, pukul 08.15 WIB, timnya berhasil menemukan dua pelaku transaksi tersebut di Jl Berlian Raya, Sumur Batu, Jakarta Pusat.

"Diberhentikan motornya. Dipepet mobil yang dikendarai Aiptu Juna Asmara, lalu jatuh. Pelaku yang dibonceng malah mengambil senjata api dari balik pinggangnya," tutur M Rosid.

Melihat aksi tersebut, M Rosid mengatakan, petugas sempat melepas dua tembakan ke udara sebagai peringatan. Namun pria tersebut malah mengarahkan senjatanya ke Brigadir Nurdiyanto.

"Brigadir Nurdiyanto langsung ambil tindakan tegas. Ditembak empat kali, tiga peluru kena dada, satu peluru kena tangan kiri. Pria satunya sempat menendang Aiptu Dasuki, langsung ditembak juga, satu peluru kena dada dan tewas seketika," ungkapnya.

M Rosid menyebutkan pria yang tewas di TKP adalah Eros Saputra, sedangkan Farel meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Keduanya lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani visum dan autopsi.

Dalam kasus tersebut, kepolisian menyita beberapa barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti itu berupa 1 unit motor yang dikendarai pelaku, 6 kunci leter T pipih, 1 anak kunci bulat, 1 gagang kunci leter T, 1 pucuk senjata api rakitan warna silver, 3 butir peluru kaliber 9 mm, 2 unit handphone, dan 1 tas selempang kecil warna hitam. (rvk/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads