"Kita akan memeriksa mereka sesuai dengan job desk masing-masing bidang, sesuai dengan seksi, kemudian SOP masing-masing bidang, dan kapasitas mereka masing-masing. Ketika melihat kejadian itu, apa responsnya," ucap Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak ketika berbincang dengan detikcom, Senin (30/1/2017) malam.
Pemeriksaan para saksi itu akan dilakukan pada hari ini, Selasa, 31 Januari 2017, di Mapolres Karanganyar. Ade menyebut para saksi itu terdiri atas panitia diklatsar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau melihat apakah tindak kekerasan yang terjadi dilakukan secara sistemik atau ini hanya oknum, gitu lo. Kalau kekerasan itu merupakan hukuman dan sesuai SOP, berarti sistemik ini," Ade menambahkan.
Apabila tindak kekerasan itu terbukti dilakukan secara sistemik, Ade menyebut tidak tertutup kemungkinan tindak pidana ini bisa melebar ke pihak-pihak terkait. "Ini akan menyasar ke mana-mana (bila sistemik). Saya mau melihat ini sejauh mana," ujarnya.
Diklatsar di Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Karanganyar, diikuti 37 peserta, yang terdiri atas 34 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka terbagi menjadi lima kelompok, di mana masing-masing kelompok dimentori 3-4 pengurus/panitia.
Polisi pun telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan panitia dalam kegiatan yang menewaskan tiga orang itu. (dhn/aik)











































