Wahidin Kritik Embay: Tak Etis Menyerang Pribadi

Pilgub Banten 2017

Wahidin Kritik Embay: Tak Etis Menyerang Pribadi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 29 Jan 2017 20:28 WIB
Wahidin Kritik Embay: Tak Etis Menyerang Pribadi
Kiri ke kanan: Wahidin Halim, Andika Hazrumy, Rano Karno, Embay Mulya. (Bahtiar Rivai/detikcom)
Jakarta - Serangan cawagub Banten nomor urut 2 Embay Mulya Syarif kepada cawagub nomor urut 1 Andika Hazrumy berbuah kritik dari cagub Wahidin Halim. Embay dinilai bersikap tak etis.

"Tadi tidak etis itu. Tidak boleh menyerang pribadi, tapi menyerang pribadi, saya tidak sepakat itu. Harusnya kita dalam koridor yang menyampaikan program-program berkualitas untuk masyarakat," kata cagub Wahidin Halim ketika dimintai tanggapan usai debat kandidat Pilkada Banten di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2016).

Dia menilai serangan Embay sangat tendensius, keluar dari koridor kepatutan debat. Dia berharap publik dapat menilai sikap Embay tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sih apa adanya ya menyampaikan, biarkan publik yang menilai. Melihat bagaimana seorang emosional, yang mempunyai argumentasi logis, dan sebagainya. Saya serahkan ke publik," ujarnya.

Baca juga: Embay Tanya Soal Keluarga Terlibat Korupsi, Ini Jawaban Andika

Menjawab serangan dari Embay, Wahidin menegaskan dia dan Andika Hazrumy berkomitmen memberantas korupsi di Banten. Dia akan bersikap tegas memberantas prilaku koruptif di Banten yang disebutnya seperti penyakit kurap.

"Semuanya putus ketika saya dan Andika, tidak ada lagi korupsi ketika saya jadi gubernur, akan lebih tegas lagi," ujarnya.

Baca juga: Embay Serang Andika: Buah Tidak Jatuh Jauh dari Pohonnya

Cawagub Andika ketika dimintai tanggapan mengatakan bahwa mestinya pasangan calon nomor urut 2 mematuhi aturan debat. Dia dan cagub Wahidin ingin memberjkan contoh pendidikan politik yang baik.

"Kalau saya menanggapinya tidak ada masalah. Berarti menunjukkan bahwa Pak Embay sebagai tokoh masyarakat Banten dan tokoh yang dituakan malah memberikan contoh yang buruk bagi masyarakat," ujar Andika Hazrumy kepada wartawan. (bri/tor)


Berita Terkait