"Sampai saat ini ditemukan korban dalam kondisi meninggal dunia ada 16 orang," kata Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).
Dari 16 orang itu, sembilan di antaranya adalah laki-laki dan tujuh di antaranya adalah perempuan. Empat di antaranya teridentifikasi sebagai warga negara Indonesia (WNI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, korban yang ditemukan dalam kondisi selamat ada 6 orang, dengan perincian 1 orang laki-laki warga negara Malaysia, kemudian 4 orang laki-laki warga negara Indonesia, dan 1 perempuan WNI.
Jumlah penumpang kapal nahas itu belum pasti, namun diperkirakan ada 40 orang. Kapal yang karam di Tanjung Leman Mersing, Johor, Malaysia, itu dipastikan berlayar mengangkut TKI ilegal.
"Ini adalah pelaku dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengirim saudara-saudara kita ini. Mereka melalui prosedur yang tidak benar dan mengancam keselamatan saudara-saudara kita," kata Retno.
Retno memastikan, bila nanti jenazah harus dipulangkan ke Indonesia, konsulat jenderal terkait akan mengurusnya. Sementara ini, mayoritas korban diidentifikasi berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Sebagian besar dari NTT," kata Retno. (dnu/rvk)











































