Pantauan di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017), Andi bersama pengacaranya keluar sekitar pukul 14.45 WIB. Andi sendiri telah hadir sejak pagi di ruang tunggu KPK dan baru diperiksa sekitar pukul 12.30 WIB. Selama dicecar pertanyaan oleh wartawan, Andi hanya diam. Pengacara Andi-lah yang menjawab pertanyaan para jurnalis.
"Hanya mengklarifikasi yang kemarin," ujar Dedy sambil berjalan bersama Andi ke mobilnya yang berwarna hitam yang menunggu di luar KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa pertanyaan. Iya sekitar itu (20 pertanyaan)," jelas Dedy.
Sebagai informasi, Andi Purnomo, yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, sempat diperiksa KPK pada Senin (16/1). Meskipun dinyatakan memberi banyak informasi penting, KPK masih enggan menyebut peran Andi dalam kasus yang menjerat ibunya tersebut.
"Saksi memberikan beberapa informasi, yang menurut penyidik, itu informasi yang penting," kata Febri Diansyah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/1) lalu.
Bupati Klaten Sri Hartini telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berkaitan dengan promosi jabatan. KPK awalnya menyita uang Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri serta Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035 dari rumah dinas Sri saat operasi tangkap tangan. Kemudian, KPK kembali menggeledah rumah dinas Sri pada Minggu (1/1) dan menemukan uang Rp 3 miliar di kamar Andi dan Rp 200 juta di kamar Sri. (HSF/rvk)











































