"Anak saya babak belur, Pak. Apa tidak ada pembinaan?" tanya Syafi'i kepada Harsoyo di depan ruang jenazah RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa (24/1/2017).
Syafi'i saat itu baru saja tiba di rumah sakit dari Lombok. Begitu menerima kabar anaknya masuk rumah sakit, dia langsung memutuskan terbang ke Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang kalau dia dipukuli, dengan patah-patah bicaranya," imbuhnya dengan nada sedih.
Syafi'i meminta UII bertanggung jawab atas apa yang dialami anaknya. Dia juga telah melaporkan kasus ini ke Polda DIY.
"Tadi laporan saya sudah diterima, walaupun saya dianjurkan lapor ke Karanganyar," ujarnya.
Dia berharap UII bisa berkomitmen mengungkap kasus ini secara terbuka. Syafi'i juga berharap lebih baik Mapala Unisi dibubarkan saja.
"Bubarkan saja itu, Pak. Dari awal saya sudah tidak setuju anak saya ikut di sana. Saya menyekolahkan anak saya di UII agar anak saya menjadi saleh dan berguna, bukan seperti ini," kata Syafi'i. (sip/dnu)










































