4 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tergenang Air Hingga 40 cm

4 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tergenang Air Hingga 40 cm

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 23 Jan 2017 01:40 WIB
4 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tergenang Air Hingga 40 cm
Ilustrasi (Yakub Mulyono)
Bandung - Sebanyak 4 kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tergenang air hingga 40 cm. Selain rumah, air juga menggenangi sejumlah persawahan milik warga.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan sedikitnya ada 4 kecamatan yang terdampak genangan air itu. Puluhan rumah diperkirakan terdampak kejadian yang terjadi pada Minggu (22/1) ini.

Keempat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gabus Wetan, Kecamatan Kroya, Kecamatan Losarang dan Kecamatan Indramayu. Penyebab banjir di empat kecamatan tersebut berbeda-beda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Di Kecamatan Gabus Wetan) banjir terjadi di Desa Babakan Jaya, Blok Kandanghaur, Rt.04/01. Air menggenangi rumah warga setinggi 10-15 cm sebanyak 25 rumah. Desa Gabuskulon, Blok Kedungwaru, RT 14/06. Jumlah rumah terdampak masih didata. Desa Druntenwetan, Blok Kedungwaru. Rumah terdampak masih didata," kata Yusri kepada detikcom, Minggu (22/1/2017).

Yusri mengatakan hingga saat ini ada sekitar 5 hektar sawah yang masih digenangi air setinggi 15-20 cm. Sementara rumah warga digenangi air setinggi 10-15 cm.

Sementara di Kecamatan Kroya genangan air terjadi karena luapan air dari sungai Cibenoang kiriman dari hulu yang membentang di Blok Bangong Desa Tanjungkerta. Air merendam hingga 40 cm pada 1 hektar sawah.

"Air Sudah mulai surut atau reda," kata Yusri.

Air juga menggenangi sejumlah titik lainnya hingga ke persawahan yang menjadi perbatasan Desa Telukagung dengan Desa Lobener Kecamatan Jatibarang seluas 4 hektar. Dari sejumlah kejadian itu, dilaporkan tidak ada korban jiwa.

"Upaya yang dilakukan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Indramayu bersama-sama dengan Siaga bencana Polres Indramayu menuju lokasi banjir. Melakukan pendataan kerugian maupun korban serta lokasi pengungsian korban banjir dan pengawasan melekat intensitas debit air pada pintu-pintu air yang menjadi indikator bahaya banjir," tutur Yusri. (kst/elz)


Berita Terkait