Beredar Surat Menteri BUMN Soal Penempatan Direksi Baru
Rabu, 13 Apr 2005 12:06 WIB
Jakarta - Entah asli atau palsu, saat ini beredar surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto yang berisi hasil pertemuan terbatas di rumah Aburizal Bakrie membahas penempatan direksi-direksi baru di BUMN.Surat dengan kop Menteri Badan Usaha Milik Negara lengkap dengan lambang burung garuda ini beredar di kalangan media massa. Detikcom juga menerima surat tersebut yang dikirim melalui mesin faxcimile. Surat bersifat rahasia yang ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Aburizal Bakrie tertanggal 26 Maret 2005.Adapun bunyi surat lengkap surat tersebut sebagai berikut:Kepada Yth.Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan KeuanganBapak Aburizal Bakriedi TempatDengan hormat,Menindaklanjuti memo Bapak kepada kami tentang pemanfaatan sumber dana dari BUMN untuk menopang proyek-proyek infrastruktur yang telah Bapak programkan, serta sesuai hasil pertemuan terbatas yang dilakukan di rumah Bapak dan dihadiri oleh Bapak Ginandjar Kartasasmita, Sdr. Adi Sasono, Sdr. Tamsil Linrung, Sdr. Robby Johan dan Sdr. Aris, maka kami telah mengambil langkah-langkah sebagai berikut:1. Penempatan direksi-direksi baru di BUMN terutama yang mempunyai sumber pendanaan cukup besar akan segera dimulai. Pada tahap pertama akan dilakukan di 15 BUMN strategis. Para direksi yang ditempatkan tersebut telah diupayakan untuk dapat mendukung dan bekerjasama dalam menghimpun dana di BUMN yang kami targetkan senilai Rp 43 triliun untuk kepentingan pendanaan proyek-proyek infrastruktur.2. Nama-nama direksi baru yang ditempatkan tidak jauh berubah dari hasil pertemuan di atas. Namun ada beberapa nama yang kami nilai perlu dibahas kembali, seperti jajaran direksi di Bank Mandiri, Pertamina, PT Semen Gresik dan PT Pupuk Kaltim.3. Untuk menetralisasi gejolak pada saat pergantian, maka waktu pergantiannya akan dilakukan secara bertahap dan dikoordinasikan pada saat DPR sedang reses dan Presiden dalam kesibukan ke luar negeri.Demkian laporan ini disampaikan untuk Bapak ketahui, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.Menteri Badan Usaha Milik NegaraSugiharto.Surat di atas yang dikirim ke redaksi detikcom sempat menimbulkan tanda tanya. Terutama mengenai keasliannya. Apalagi dalam surat tersebut penyebutan lembaga tidak lengkap. Hanya tertulis Menteri BUMN, bukan Menteri Negara BUMN seperti yang selama ini tertulis secara resmi.
(jon/)











































