"Kami sudah sosialisasi informasi awal baik untuk siswa maupun orang tua. Jadi hari Senin (16/1) sama Selasa (17/1) itu ke peserta didik, lalu hari Rabu (18/1) kemarin, orang tua kami undang ke sekolah untuk kita informasikan terkait dengan ujian, baik USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional), UN, maupun seleksi PTN," ucap Wakil Kepala SMAN 8 Jakarta Heri Budi Prasetya, di kantornya, Jl Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
Menurut Heri, anak didiknya tidak menunjukkan perasaan kecewa ataupun sebaliknya dengan adanya aturan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menambahkan siswa berhak memilih satu mata pelajaran yang akan diujikan. Pihak sekolah hanya memberikan informasi dan gambaran untuk pertimbangan siswa dan orang tua.
"Itu kami kembalikan ke siswa, tapi diskusikan ke orang tua, kami tidak ada intervensi saat mengungkapkan satu pilihan mapel itu. Pihak sekolah hanya memberikan informasi dan gambaran, itu bisa menjadi pertimbangan, karena yang akan menjalani siswa," imbuhnya.
Pihak sekolah juga menyediakan blangko peminatan satu mata pelajaran yang akan diujikan. Rencananya, blangko itu akan dikumpulkan pada Jumat (20/1). Sementara ini pihak sekolah merasa terarah dalam acuan UN mendatang terkait dengan surat edaran ini.
"Prinsipnya, kami mempersiapkan peserta didik kami, bagaimana dalam UN itu mempersiapkan yang terbaik, toh nanti kan mereka akan dapat SHUN, sertifikat hasil UN, ini saat capaian nilai itu sangat baik, untuk anak itu sendiri," tambahnya lagi. (bag/nwk)










































