DetikNews
2017/01/18 10:08:44 WIB

Aksi Fenomenal Sumarsono: MRT 'Jangkrik' hingga Rombak SKPD

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 4
Aksi Fenomenal Sumarsono: MRT Jangkrik hingga Rombak SKPD Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Sumarsono bertekad ingin meninggalkan hal-hal baik selama menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta. Dia bersemangat mengeluarkan sejumlah kebijakan meski terkadang menuai pro-kontra.

Terhangat, pernyataan pria panggilan akrab Soni ini yang mengaku tidak sreg dengan desain kepala mass rapid transit (MRT) yang disebutnya mirip jangkrik. Dia meminta desain kepala kereta diganti. Tidak tanggung-tanggung, Sumarsono bahkan siap mengirim tim ke Jepang untuk menindaklanjuti hal itu pada Kamis, 19 Januari, besok.

Keinginan Sumarsono itu lalu ditanggapi Direktur Utama PT MRT William P Sabandar, yang mengatakan pihaknya akan mengupayakan penggantian desain seperti yang diinginkan Sumarsono. Namun upaya itu bisa dilakukan jika tidak berbenturan dengan isi kontrak. William menjelaskan terdapat poin yang mengatur proses mock up review dalam kontrak yang ditandatangani. PT MRT dibolehkan mengubah hal-hal yang dinilai belum sesuai dengan keinginan mereka.

Selain MRT mirip jangkrik, Sumarsono merespons cepat aspirasi para sopir angkutan umum K56 rute UKI-Cileungsi yang memprotes kehadiran TransJakarta Cibubur-UKI, yang berhenti di depan Cibubur Junction, sehingga pendapatan mereka berkurang.

Dia lalu membekukan rute UKI-Cibubur milik TransJakarta selama sebulan per 23 Desember 2016. Kebijakan Sumarsono ini bertolak belakang dengan program yang digalakkan gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang berambisi menjadikan TransJ sebagai penguasa semua rute bus di Jakarta dan menghentikan dominasi bus reyot dan ugal-ugalan.

Namun Sumarsono berpendapat Pemprov DKI Jakarta harus bisa mengakomodasi semua kepentingan pengusaha, termasuk angkot-angkot itu. "Mengalah selangkah untuk maju seribu langkah. Moratorium maksimum sebulan atau bisa lebih cepat," ujar Sumarsono.

Selanjutnya, langkah berani Sumarsono yang menghilangkan 952 jabatan atau 15,87 persen dari posisi yang saat ini ada. Dia berharap perampingan ini membuat kinerja SKPD akan lebih gesit. Sumarsono bahkan mempromosikan satu sampai dua pejabat eselon 4 yang pernah distafkan Ahok.

Berikut ini 3 aksi fenomenal Sumarsono:



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed