Namai Lukisannya 'Energi Patriot', Agus: Agar Jakarta Lebih Fresh

Dinamika Pilgub DKI 2017

Namai Lukisannya 'Energi Patriot', Agus: Agar Jakarta Lebih Fresh

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 02:04 WIB
Namai Lukisannya Energi Patriot, Agus: Agar Jakarta Lebih Fresh
Foto: Muhammad Fida ul Haq/detikcom
Jakarta - Saat acara peluncuran buku '101 Alasan Memilih Mas Agus-Mpok Sylvi', Agus Yudhoyono juga sempat membuat lukisan yang ia beri tema 'energi patriot'. Tema tersebut dipilih dengan alasan agar Jakarta bisa lebih fresh dan lebih baru.

"Semoga ini menjadi inspirasi. Agar Jakarta lebih fresh dan baru," kata Agus di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2016) malam.

Lukisan Agus tampak berwarna warni. Ia melukis dengan ukuran kuas kombinasi besar dan kecil. Kuas kecil ia pakai untuk membuat bentuk yang lebih detail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namai Lukisannya 'Energi Patriot', Agus: Agar Jakarta Lebih FreshFoto: Muhammad Fida ul Haq/detikcom
Mengenai buku terkait dirinya, Agus berharap buku tersebut bisa menjadi bagian sejarah, kemajuan budaya, dan demokrasi di Indonesia.

"Saya apresiasi penulisan buku ini. Ini adalah karya yang dikhususkan pemilihan gubernur dan kampanye. Mudah-mudahan ini bisa jadi bagian sejarah, kemajuan budaya dan demokrasi kita," ujar Agus.

Beberapa seniman turut hadir dalam peluncuran buku tersebut. Agus ingin buku tersebut menjadi acuan bagi pemilih yang belum menentukan pilihannya. Ia ingin agar pemilih tidak lagi bimbang menentukan calon pemimpin bagi Jakarta kelak.

"Kita bisa mewujudkan Jakarta jika kita bersatu. Alasan memilih Agus-Sylvi adalah untuk mencerahkan dan memberi harapan baru bagi semuanya," tutur Agus.

Sementara itu penulis buku tersebut, Munawir, mengatakan ingin memberi pemahaman pada warga mengenai pemimpin yang berkualitas. Pemimpin tersebut, menurut Munawir, ada pada diri Agus-Sylvi.

"Bahwa memilih pemimpin tidak semudah yang dibayangkan. Melalui buku ini ada harapan besar untuk reformasi peradaban," ujar Munawir. (rna/rna)


Berita Terkait