Jelang Lawan Inggris, Wapres Argentina Bawa-bawa Penjajah dan Perang Malvinas

Jelang Lawan Inggris, Wapres Argentina Bawa-bawa Penjajah dan Perang Malvinas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 00:08 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Argentina Victoria Villarruel.
Wakil Presiden (Wapres) Argentina Victoria Villarruel. (Dok. IG Victoria Villarruel)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Argentina Victoria Villarruel menyebut Inggris sebagai bajak laut yang merebut kekuasaan menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara tim kedua negara. Villarruel juga membawa-bawa penjajah dan perang di Malvinas jelang Lionel Messi dkk kontra The Three Lions.

"Besok kita akan bermain melawan bajak laut yang merebut kekuasaan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa," kata Villarruel dalam sebuah unggahan di X dilansir AFP, Rabu (15/7/2026).

Pertandingan ikonik ini akan berlangsung di tengah sengketa kedaulatan yang berkepanjangan atas Kepulauan Falkland, yang dalam bahasa Spanyol dikenal sebagai Malvinas, di Samudra Atlantik Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak akan bersikap politis atau tetap tenang--selalu ada sesuatu yang lebih melawan Inggris," tulis Villarruel.

"Ini Malvinas, ini Diego, ini lari terakhir Leo, dan ini tentang menghentikan para penjajah," lanjutnya, merujuk pada mendiang legenda sepak bola Diego Maradona dan bintang penyerang saat ini Lionel Messi.

"Semangat Argentina! Karena sampai napas terakhir kami, kami akan terus memperjuangkan apa yang menjadi milik kami!" tulisnya, menggemakan lagu kebangsaan populer yang dinyanyikan oleh penggemar Argentina selama turnamen.

Ayah Villarruel berperang dalam Perang Falkland 1982 antara kediktatoran militer Argentina dan Inggris memperebutkan pulau-pulau di Atlantik Selatan, yang kedaulatannya masih dipersengketakan.

Konflik selama 74 hari itu berakhir dengan kemenangan Inggris, menyebabkan 649 warga Argentina dan 255 warga Inggris tewas.

Pernyataan Villarruel tersebut kontras dengan pernyataan pelatih Argentina Lionel Scaloni dan beberapa pemain, yang berusaha mengecilkan signifikansi politik dan sejarah pertandingan tersebut.

"Ini pertandingan sepak bola, sederhana saja. Jadi, mencampuradukkan keduanya akan menjadi kegilaan," kata Scaloni.

Pada Selasa (14/7), Menteri Keamanan Argentina Alejandra Monteoliva mengatakan bahwa berdasarkan rencana keamanan untuk semifinal di Atlanta, penggemar dilarang membawa bendera atau barang-barang lain yang merujuk pada Kepulauan Falkland ke dalam stadion.

Halaman 2 dari 2
(rfs/wnv)


Berita Terkait