Sebelum dibunuh, Tomi sempat datang ke rumah seorang temannya yang berinisial DF. Tomi sempat meminta kepada DF untuk tidak memberitahukan keberadaannya kepada seseorang yang diduga pelaku.
"Kejadiannya kurang-lebih pukul 16.00 WIB, setelah hujan reda. Jadi korban sempat datang ke rekannya yang ada di sini bernama DF. Dia menyampaikan kepada DF, 'Jangan bilang-bilang kalau saya ada di sini,' kepada yang diduga pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Yuldi Yusman di lokasi, Jalan Kalibaru Barat IV, Cilincing, Jakut, Senin (16/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Yuldi Yusman (Jabbar Ramdhani/detikcom) |
Ketika hujan deras yang mengguyur kawasan Kalibaru reda, Tomi keluar rumah DF. Saat itu penganiayaan dilakukan ke Tomi hingga tewas karena leher belakangnya ditusuk dengan senjata tajam.
"Setelah hujan reda, korban keluar dari rumah tersebut. Begitu keluar, ternyata yang diduga pelaku ini mengejar korban dan langsung menikamkan benda tajam ke leher belakang," ujar Yuldi.
Di lokasi yang sama, Kapolsek Cilincing Kompol Ali Zusron mengatakan pihaknya sudah memeriksa satu orang berinisial DF menjadi saksi. Tidak ada warga yang mengetahui dikarenakan sebelumnya terjadi hujan deras.
"(Warga tidak ada yang tahu) ya kan karena hujan lebat. Jadi seketika hujan deras berhenti, seketika terjadi peristiwa ini," ujar Ali.
|
Berdasarkan kesaksian DF, Tomi sempat lari dari pelaku. Namun saat itu pelaku langsung mengejar dan menusuk Tomi.
"Terkait masalah perlawanan (korban), saksi menjelaskan bahwa begitu dia lari dari arah utara ke selatan, dia langsung dikejar dan ditusuk," tutur Ali.
"Ya, (korban) sempat berusaha lari, berdasarkan keterangan saksi," imbuhnya.
Setelah itu, Tomi ditemukan tewas bersimbah darah. Jasad Tomi, yang diketahui sebagai tunawisma, sempat tergeletak di tengah jalan permukiman warga.
Sejumlah orang yang tinggal di sekitar lokasi mengaku tidak mengenal korban saat ditanya. Warga banyak berkerumun di sekitar tempat kejadian perkara sebelum jasad Tomi dibawa ke RS Said Sukanto (RS Polri) di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara itu, teman Tomi berinisial A menyebut Tomi sering bermain di warnet. "Suka nongkorng di warnet dia, Bang. Kadang juga suka mintain duit Rp 10 ribu, kadang Rp 5.000 juga," kata A di lokasi.
Kompol Ali menuturkan korban merupakan remaja putus sekolah. Korban juga disebut pernah berulah dengan memalak remaja lain.
"Iya, saksi juga menyebut Tomi suka minta uang di warnet. Korban kan pengangguran, makanya dia suka minta uang. Beberapa kali katanya juga pernah berkelahi dengan sesama remaja," ujar Ali.
Polisi mengaku sudah mengetahui identitas pelaku. Saat ini aparat gabungan dari Polsek Cilincing bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Jakut tengah memburu pelaku pembunuhan tersebut.
(jbr/fdn)












































Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Yuldi Yusman (Jabbar Ramdhani/detikcom)
Kapolsek Cilincing Kompol Ali Zusron Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom