Seperti yang dilakukan Novi (36). Wanita yang mengaku sehari-hari berdagang sembako itu mengajak suaminya menggelar lapak di tengah perempatan Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Meski kedatangannya sedikit terlambat, warga Bekasi Timur itu tak putus asa. Dia tetap berjualan dan berharap mendapatkan untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi massa FPI pun selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Padahal Novi baru menggelar dagangannya sekitar pukul 12.00 WIB.
"Baru dapat Rp 20 ribu. Tadi telat, tapi nggak apa-apa, memang rezekinya segini," ujar ibu 3 anak ini menghibur diri.
Dagangan aksesoris FPI (Foto: Audrey Santoso/detikcom) |
Novi mematok harga untuk aksesorisnya itu senilai Rp 10 ribu untuk pin dan gantungan kunci bergambar Imam Besar FPI Habib Rizieq. Sedangkan, untuk pin pelat berbahan kuningan bertuliskan FPI dan kaligrafi, calon membeli bisa menebusnya dengan merogoh kocek Rp 20 ribu.
"Ini baru pertama kali dagang karena ditawarin teman. Teman punya barangnya, suruh saya jualin," kata Novi.
Saat ini, massa yang sebelumnya memenuhi Jalan Trunojoyo itu telah bergerak ke Masjid Al Azhar. Mereka lalu melaksanakan salat zuhur dan membubarkan diri.
(dhn/tor)












































Dagangan aksesoris FPI (Foto: Audrey Santoso/detikcom)