Bonceng Bantuan Tsunami, 58 Mobil Mewah Diselundupkan

Bonceng Bantuan Tsunami, 58 Mobil Mewah Diselundupkan

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2005 16:23 WIB
Jakarta - Sebanyak 58 mobil mewah diduga diselundupkan dengan membonceng bantuan tsunami NAD dan Sumut. Barang tersebut hingga kini masih tertahan bersama 1.200 kontainer barang lain di Pelabuhan Belawan Medan."Hingga saat ini dari 1.200 kontainer itu, yang memiliki izin Departemen Perdagangan baru 150, yang belum dapat izin 1.050," kata Direktur Blora Center M Yusuf Rizal dalam jumpa pers di Blora Center di Gedung Gajah jalan Dr Sahardjo Tebet Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2005).Rincian mobil mewah tersebut antara lain 6 unit Mercedes Benz dengan importir atas nama Kristina, 4 unit Toyota Land Cruiser atas nama Nasir Kasani dari Solidaritas Indonesia, dan 6 unit Toyota Land Cruiser atas nama Merlin Banda Aceh.Kemudian 6 unit Toyota Vehicle atas nama International Federation of Red Cross, 14 unit Toyota Hi-Ace atas nama Unicef Medan, 4 unit Toyota Pick Up atas nama Unicef Medan, dan 2 unit Caravan atas nama Yayasan Budha yang diketuai Aguan."Diduga kuat mobil-mobil tersebut diselundupkan dengan membonceng bantuan kemanusiaan NAD dan Sumut. Modus operandi itu dilakukan guna mempermudah masuknya barang. Banyak orang yang memanfaatkan krisis untuk mencari keuntungan. Blora Center akan terus mengawasi barang-barang tersebut," tukas Yusuf.Selain itu, ungkap dia, ada juga kategori kontainer yang cukup mencurigakan milik Hartati Murdaya dari Walubi. Pengusaha pemegang lisensi sepatu Nike di Indonesia itu memasukkan rata-rata 40 feet dengan barang yang tidak jelas."Hanya menyebutkan doctional building berjumlah 381 kontainer. Barang ini juga masih tertahan di Belawan karena belum dapat izin. Masuknya barang-barang tersebut mulai 16 Januari 2005 hingga 31 Maret 2005," kata Yusuf.Itu artinya selama 3 bulan kontainer-kontainer tersebut belum terbongkar. Diakui Yusuf, ada gubernur dan beberapa pejabat yang menginginkan agar barang tersebut segera dikeluarkan. Tapi hingga sekarang belum."Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Departemen Perdagangan dan Bea Cukai yang tidak mau meloloskan dan mengeluarkan barang-barang tersebut," ujarnya.Ditanya apakah mobil-mobil mewah itu terkait dengan rencana pengadaan mobil untuk KTT Asia Afrika, Yusuf menampiknya. "Untuk KTT itu sudah disiapkan Toyota Camry. Jadi nggak mungkin mobil-mobil mewah itu untuk KTT," tukasnya.Yusuf juga mengungkapkan hingga kini masih ada mobil mewah selundupan di Pelabuhan Tanjung Priok. Antara lain Mercedes Benz, Jaguar, dan Toyota Alphard yang masih ditahan di Gedung Bulog.Ada konspirasi yang melibatkan aparat? "Ada konspirasi. Tidak mungkin barang sebanyak ini yang tidak ada dokumennya bisa masuk. Barang-barang ini juga sudah 3 bulan. Kalau untuk Aceh sifatnya darurat, harusnya cepat keluar. Tapi ini nyatanya belum juga keluar," kata Yusuf. (sss/)


Berita Terkait