Cris tampak datang memasuki instalasi kodokteran forensik RS Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (11/1/2017). Cris menemui orang tua Amirullah menyampaikan duka kepada keluarga.
"Kami dari Kemenhub ini kan adalah musibah kami menangi secara profesional," ujar Cris kepada wartawan di RS Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcomInspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi |
Kemenhub menurut Cris menyerahkan pengusutan dugaan penganiayan Amirullah oleh para senior ke polisi. Pihak Kemenhub memastikan dilakukannya evaluasi internal terhadap pola pengawasan di STIP.
"Ini kita akan perbaiki ke depannya. Kita akan berusaha sebaik mungkin, tapi anak nakal pasti ada. Kita sudah membuat agar tingkat 1 dan tingkat lainnya tidak ada seperti ini lagi," imbuh Cris.
Saat ini jenazah Amirullah, taruna STIP tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika berada di ruang transit jenazah RS Polri. Tampak keluarga Amirullah.
Terkait kejadian ini, Ketua STIP Jakarta Capt. Weku Frederik Karuntu dinonaktifkan. Penonaktifan dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan tugas tim investigasi internal yang telah dibentuk.
Menhub sudah memerintahkan Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan membentuk tim investigasi internal.
"Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut, Kemenhub juga telah mengambil langkah cepat dengan membebastugaskan Ketua STIP Capt. Weku F. Karuntu dan menunjuk pelaksana tugas Ketua STIP," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan dalam keterangannya, Rabu (11/1). (fdn/idh)












































Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom