Pelayanan di KJRI Melbourne Tetap Normal Usai Insiden Bendera OPM

Pelayanan di KJRI Melbourne Tetap Normal Usai Insiden Bendera OPM

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 10 Jan 2017 07:31 WIB
Pelayanan di KJRI Melbourne Tetap Normal Usai Insiden Bendera OPM
Foto: The Age
Jakarta - Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia, menegaskan masih tetap melakukan pelayanan secara normal, meski pada Jumat (6/1/2017) lalu terjadi insiden pengibaran bendera OPM di gedung KJRI tersebut.

"Pelayanan di KJRI berjalan normal, tidak terganggu. Masyarakat WNI tetap dapat mendapatkan pelayanan kekonsuleran dan lainnya seperti biasa," kata juru bicara KBRI Canberra, Sade Bimantara, kepada detikcom, Senin (9/1).

Terkait dengan pengamanan, Sade mengatakan hingga kini pihak kepolisian Australia masih meningkatkan keamanan di KJRI Melbourne.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengamanan oleh AFP (kepolisian Australia-red) memang semakin ditingkatkan," kata Sade.

Sementara itu, saat ditanya soal perkembangan penyelidikan kasus tersebut, Sade belum bisa berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan kasus pengibaran bendera OPM tersebut hingga kini masih dalam investigasi pihak kepolisian Australia.

"Masih dalam investigasi polisi," katanya.

Pada Jumat (6/1), dua orang tak dikenal memanjat tembok KJRI Melbourne, Australia, dan mengibarkan bendera Bintang Kejora, yang identik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Insiden itu pun menuai protes dari Tanah Air.

Presiden Joko Widodo sendiri menyebut penerobosan itu merupakan urusan dalam negeri Australia. Meski demikian, dia memastikan keamanan di sekitar KJRI telah diperketat.

"Itu urusan dalam negeri Australia. Itu urusan kriminal. Tidak ada hubungannya dengan NKRI," kata Jokowi di sela meninjau proyek jalan tol ruas Batang-Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/1).

(jor/kst)


Berita Terkait