Anggota Komisi A (bidang pemerintahan) DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gembong Warsono menganggap kegiatan semacam ini tergolong baru untuk Pemprov DKI belakangan ini. Jarang sekali Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semasa aktif mengajak para pejabatnya bertamasya ke luar kota.
"Bahkan tidak pernah ada," kata Gembong saat berbincang dengan detikcom, Senin (9/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk menghilangkan kepenatan, kan perlu juga sesekali ada refreshing. Selama ini hiruk-pikuk di Jakarta begitu padat, barangkali perlu ada penyegaran. Saya menyambut baik saja," kata Gembong.
(Baca juga: Plt Gubernur DKI: Raker di Kereta Wisata Tidak Gunakan APBD)
Terlebih lagi, biaya perjalanan ke Yogyakarta juga ditanggung oleh para pejabat yang bersangkutan. Ada Rp 7 juta yang harus mereka bayar per orang. Selama tidak dipaksakan, itu tak jadi masalah. Ini justru sekaligus bisa mengakrabkan pejabat-pejabat yang belum lama dirombak oleh Soni itu.
"Ini tidak menggunakan APBD dan bukan hari kerja," kata Gembong memaklumi.
Kegiatan akhir pekan nanti juga merupakan kegiatan rapat kerja. Para pejabat eksekutif DKI itu juga akan menjajaki kerja sama bidang pariwisata dan budaya, serta menyusun paket wisata Nusantara dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ini juga dalam rangka kajian dan studi banding berkaitan dengan kepariwisataan. Dalam konteks ini, kita sambut positif," kata Gembong. (dnu/imk)











































