Pollycarpus Kembali Disudutkan 4 Saksi Garuda
Selasa, 12 Apr 2005 00:12 WIB
Jakarta -
Hasil konfrontasi 4 saksi kasus Munir dengan tersangka Pollycarpus ternyata berbeda. Perbedaan terdapat pada ijin pertukaran tempat duduk yang dilakukan Pollycarpus kepada Brahmani. Informasi ini dikemukakan kuasa hukum Garuda Indonesia Wirawan Adnan usai pemeriksaan 4 orang saksi yang terkait pembunuhan aktivis HAM Munir di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/4/2005)."Konfrontasi dilakukan karena terdapat perbedaan keterangan, yaitu menurut Polly, ia telah mendapatkan ijin pindah ke kelas bisnis. Sedangkan menurut Brahmani, ia mengatakan hal itu bukan ijinnya, melainkan sudah terjadi sebelum take off," ungkap Wirawan.Menurut Wirawan, biar pengadilan yang akan membuktikan apakah Pollycarpus telah duduk di kelas bisnis atas ijin atau tidak dari Brahmani. Ini akan menjadi kesimpulan yang dibuktikan dalam pengadilan nanti.Sementara itu berkaitan dengan waktu pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 9 pagi sampai 20.30 WIB, Wirawan menjelaskan bahwa konfrontir 4 orang ini dilakukan satu per satu."Karena perlu dikonfriontir dulu satu per satu, yakni antara Brahmani dan Polly, antara Kapten Sabur Taufik dengan Polly serta juga yang lainnya," jelas Wirawan.Mengenai perpindahan tempat duduk Pollycarpus yang tanpa ijin Brahmani, Wirawan menambahkan sebenarnya kasus sejenis seperti ini sudah ada sebelumnya. Hal ini merupakan hal yang wajar saja. Bukan sesuatu yang terlarang.Lebih lanjut Wirawan memaparkan sampai saat ini belum ada status tersangka baru. Dirinya berharap tidak ada lagi kliennya yang dijadikan tersangka."Nampaknya tidak ada tersangka baru dan kami berharap agar tidak ada lagi, karena sampai malam hari ini tidak ada tanda-tanda yang menjadikan perubahan status para saksi," tutur Wirawan.Empat orang saksi Garuda yang diperiksa hari ini adalah Brahmani Astawati, purser atau Manajer Kabin, Kapten Sabur Taufik, Pilot Garuda Boeing 947 tujuan Jakarta-Singapura, Eva Yulianti, Pramugari di kelas premium serta Tri Wiriyaswadi, awak kabin yang juga purser.Kejar MengejarTerjadi kejar mengejar antara rombongan wartawan yang telah menunggu para saksi dengan Eva Yulianti. Wartawan mengira Eva adalah Brahmani. Eva keluar bersama Wirawan dan Tri Wiriyaswadi melalui pipintu depan, sedangkan Brahmani dan Kapten Sabur Taufik ternyata sudah keluar dan lolos dari incaran wartawan melalui pintu belakang Bareskrim.Ketika keluar dari Barekskrim, Eva langsung dikerubuti wartawan, karena panik, Eva langsung berlari menuju mobil dinas Garuda yang telah menunggu di tempat parkir depan gedung tahanan Bareskrim. Dalam situasi kejar-kejaran tersebut, Eva sempat ditanya wartawan mengenai beberapa hal. Sambil berlari Eva meminta wartawan untuk berbicara kepada pengacaranya saja."Mba ngga usah lari mba, ngga usah takut," pinta wartawan sambil mengejar Eva."Silakan tanya saja pada pengacara saya," jawab Eva tampak panik langsung masuk ke mobil.Setelah aksi kejar mengejar itu Wirawan Adnan memberitahu bahwa klien yang dikejar bukanlah Brahmani melainkan Eva Yulianti. Berdasarkan pantauan detikcom terdapat 4 mobil dinas Garuda Indonesia berwarna putih biru yang berada di lingkungan Mabes Polri. Satu unit mobil berada di belakang Bareskrim, 2 unit di depan Bareskrim dan 1 unit di depan gedung tahanan Bareskrim.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































