Putra ketiga Masduki dan Otih, Irfan Adisiswanto (40), mengatakan makam orang tuanya yang bersebelahan itu memang sudah dipesan jauh sebelum insiden nahas tersebut terjadi. Hal itu diyakininya sebagai salah satu tanda-tanda kepergian orang tuanya.
"Makam bersebelahan ini memang sudah dipesan 6 bulan lalu," kata Irfan setelah memakamkan ibunya, Rabu (4/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keinginan mereka tercapai," ucap Irfan sambil menahan kesedihan.
Saat ini Irfan dan keluarga sudah ikhlas melepas kepergian orang tua tercinta. Pihaknya berharap kondisi keluarganya yang selamat dalam insiden tersebut bisa cepat pulih dan berkumpul kembali bersama-sama.
"Mudah-mudahan kakak saya dan keponakan-keponakan saya bisa cepat sembuh dan berkumpul lagi bersama," ungkap Irfan.
Saat kejadian tersebut, Masduki dan Otih berencana berlibur ke Pulau Tidung bersama Irna Winartin (anak Masduki), Zainal Arifin (suami Irna), Dinandra Arsy, Kiflano Hazman, dan Hasbi Adelio Ramadan. Tiga nama terakhir ialah anak Irna dan Zainal.
Irna, Zainal, serta dua anaknya, Dinandra dan Kiflano, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, karena luka-luka. Sedangkan Adelio, yang mengalami luka ringan, sudah diboyong ke Kota Bandung.
Kapal Zahro Express tujuan Pulau Tidung terbakar di jarak satu mil dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu pagi (1/1) kemarin. Kapal tersebut mengangkut 238 penumpang. Sejauh ini ada 23 korban tewas dan 194 selamat. Sisanya masih dalam pencarian petugas. (rvk/rvk)











































