"Saya belum berani komentar sebelum data lengkap. Karena yang yang saya terima hanya fotonya saja," ujar Anies di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).
"Karena di beberapa banyak tempat, MRT di dunia juga turunnya curam. Angin sampai bergulung. Saya mau lihat dulu sebelum komentar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Anies telah mempunyai program bagi warga difabel. Ia akan membangun kota yang berbasis teknologi untuk membantu warga.
"Satu adalah intensitas penggunaan fasilitas-fasilitas yang warga difabel tinggi akan kita usahakan. Lalu ada tempat-tempat yang harus menggunakan teknologi," ujarnya.
Anies mengatakan teknologi tersebut sangat penting. Selain teknologi, Anies juga akan membangun infrastruktur ramah bagi disabilitas.
"Kursi roda kita tidak standar, berbeda dari satu orang ke orang lain. Kalau standar maka bisa satu alat untuk mengangkat mereka. Jadi mudah mau masuk ke gedung. Yang tidak ada pembantunya bisa disiapkan jalannya," katanya.
Anies ingin dengan programnya tersebut, warga difabel dapat beraktifitas secara mandiri di Jakarta.
"Intinya adalah warga yang harus bisa berjalan secara mandiri. Harus mengajak seseorang. Kita ingin mereka mandiri," kata Anies.
"Seperti di halte bus. Bagian dari tugas transportasi adalah alat pembantu khusus. Karena belum ada pembantu di situ," sambungnya. (fdu/imk)










































