Beredar Percakapan Grup WA Tentang Rencana Penolakan Kampanye Rano Karno

Pilgub Banten 2017

Beredar Percakapan Grup WA Tentang Rencana Penolakan Kampanye Rano Karno

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 30 Des 2016 11:19 WIB
Beredar Percakapan Grup WA Tentang Rencana Penolakan Kampanye Rano Karno
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Beredar percakapan dalam grup pesan WhatsApp tentang rencana penolakan kampanye yang dilakukan oleh calon gubernur Banten Rano Karno di Kronjo, Kabupaten Tangerang kemarin, Kamis (29/12/2019).

Pesan tersebut menyebar dari grup ke grup bahkan sampai di media sosial. Salah satu anggota di grup WhatsApp tersebut menginformasikan rencana kampanye Rano Karno di daerah Kronjo. Dia menginformasikan bahwa ada rencana untuk mengusir kampanye Rano tersebut.

"Rano mau kunjungan ke Kronjo jadi siapkan motto usir dan larang Rano Karno ke Kronjo. Kalau Lurah Syamsul aja berani usir Rano waktu di Tegal Kunir. Saya Percaya Lurah Trisno lebih berani lagi usir Rano masuk Kronjo," begitu bunyi percakapan dalam grup WhatsApp tersebut yang dikutip detikcom, Jumat (30/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beredar Percakapan Grup WA Tentang Rencana Penolakan Kampanye Rano Karno Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom


Dari capture yang diterima wartawan tersebut juga ada beberapa nama petinggi partai seperti Bahrul Ulum Sekretaris DPD Golkar Banten, Tatu Chasanah ketua DPD Golkar Banten, dan juru bicara tim kampanye nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Bahrum Ulum, saat dikonfirmasi kebenaran rencana tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak hafal mengenai grup WhatsApp tersebut. Ia mengaku tidak yakin bahwa grup tersebut adalah grup tim pemenangan karena berisi ratusan orang dan satu sama lain tidak saling mengenal.

"Itu grup saya nggak hafal, setiap saya keluar di-add lagi add lagi," kata Bahrul Ulum saat dikonfirmasi detikcom.

Sedangkan juru bicara pasangan Wahidin-Andika, Jazuli Abdillah saat ditanya mengenai percakapan grup tersebut tidak menyangkal isi pembicaraan. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mencegah siapapun membuat grup berkomentar tentang
sesuatu.

Menurut dia siapapun bisa saja mengaku-ngaku atau menyebut dirinya sebagai tim sukses, relawan, atau menurutnya bisa saja itu penyusup dengan tujuan menimbulkan kesan negatif pasangan nomor 1.

"Siapapun si Admin yang miliki nomor orang lain, sangat mudah menginvite walaupun tanpa seizin pemilik nomor WA tersebut. Tidak hanya nama-nama yang ente sebut itu," kata Jazuli Abdillah saat dikonfirmasi detikcom.

Menurutnya yang membuat grup dan yang berkomentar adalah bukan siapa-siapa dan bukan tim pemenangan yang resmi terdaftar di KPUD Banten. Selain itu, komentar salah satu orang di grup tersebut juga tidak berdampak apa-apa terhadap siapapun.

"Kenapa mesti risau dan panik mereka? Jadi terkesan lebay, dan digoreng-goreng jadi isu di Medsos," ujar Jazuli.



(bri/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads